Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/278

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

nilai-nilai jang tetap dan universil jang pada masa jang lampau merupakan landasan kemadjuan bangsa Asia-Afrika akan tumbuh kembali.

Maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa kita negara-negara Asia-Afrika termasuk Indonesia, menghadapi challenge (tantangan) jang sama jaitu menemukan keseimbangan (eguilibrium) antara liberalisme jang berazaskan individualisme dan materialisme dengan nilai-nilai jang tradisionil jang lebih mengutamakan kelompok.

Dengan lain perkataan bangsa-bangsa Asia-Afrika hendaknja dapat menemukan kepribadiannja sendiri-sendiri demi kepentingan pembangunan dan kemakmuran bangsa dan negaranja.
Saudara-saudara sekalian.

Memang tiap orang Indonesia sebaiknja harus merasa satu dengan masjarakatnja. Dan manusia Indonesia harus ikut membentuk pergaulan hidup jang sungguh berpedoman kepada kepribadian bangsa Indonesia, dimana akan terdapat suatu pergaulan hidup jang teratur setjara gotong-rojong, musjawarah dan toleransi, dan dimana djuga tiap individu mendapat kesempatan seluas-luasnja untuk menumbuhkan kapasiteitnja, masing-masing untuk kepentingan masjarakat seluruhnja dan sedia mengabdi dengan tulus dan ichlas hati.

Masjarakat dimana individu tersebut memperkembangkan kapasiteitnja, adalah harus dianggap sebagai kesatuan, satu tubuh dengan dianja.

Masjarakat Indonesia itu hendaknja bersifat komunalistis, bukan komunistis.

Maksud dan tudjuan dari dua pengertian ini adalah sama, jakni, supaja masjarakat adil dan makmur, akan tetapi djiwa dan tjara melaksanakan tudjuan tersebut adalah berbeda sekali.

Didalam masjarakat Komunalistis tiap individu tidak dapat dipaksa, karena individu itu adalah masjarakat dan masjarakat adalah individu. Segala sesuatu adalah diperbuat atas kesadaran sendiri untuk kepentingan bersama. Pada masjarakat komunistis individu itu adalah alat jang digerakkan dan djika perlu dipaksa untuk berbuat. Kepentingan individu ditiadakan asal tertjapai jang

264