Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/277

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Eggens mengatakan bahwa pikiran hukum sipil dalam setengah abad kemudian ini berembang kearah pikiran jang kongkrit. Kongkrit, oleh karena, begitu kata Eggens, sebaliknja dari pikiran abstrak dari abad jang lalu, jang menganggap semua benda jang dihadapinja sebagai satuan-satuan jang berdiri tersendiri. Tjara berpikir baru itu melihat kesatuan dalam jang banjak, melihat jang chusus sebagai bagian dari suatu keseluruhan dan melihat jang umum itu tidak berdiri disamping sesuatu jang chusus, tapi melingkupi segala jang chusus. Pikiran kongkrit itu menginsjafi, bahwa individu jang dipisahkan dari masjarakat itu, adalah suatu chajal semata-mata, sebab manusia hanja bisa sungguh-sungguh djadi manusia sebagai anggota dari satu atau lebih persekutuan, dan persekutuan tidak bisa ada diluar manusia jang mendjadi anggotanja.

Menurut Radbruch tanggapan pikiran juridis jang baru itu tentang manusia, lebih bersesuaian dengan kenjataan hidup dari tanggapan pikiran abstrak dari masa liberal. Manusia didalam hukum bukan lagi Robinson Crusoe atau Adam, bukan lagi individu jang terpisah, tapi manusia dalam masjarakat, manusia kemasjarakatan.
Saudara-saudara sekalian.

Djika kita melihat perubahan mental didunia Barat seperti digambarkan oleh sardjana-sardjana Barat jang saja sebut tadi, maka kita melihat tendens jang sama sedang tumbuh dinegara-negara Asia dan Afrika. Di Barat mereka ingin mentjegah lebih terdjerumusnja kedalam lembah liberalisme dengan unsur individualisme dan materialismenja. Di Timur mereka ingin mentjegah terhanjutnja nilai-nilai kebudajaan Timur asli oleh adjaran-adjaran Barat jang liberalistis itu. Adjaran-adjaran kebudajaan Timur tidaklah kalah tinggi nilainja dengan kebudajaan Barat, dan pada masa jang lampau telah membuktikan dapat mendjadi pendukung peradaban dan kemadjuan dunia Timur.

Dibawah pengaruh Barat banjak sendi-sendinja jang gojah, tetapi alam pikiran Timur berdasarkan kebudajaan Timur masih tetap ada dalam hati sanubari rakjat Timur dan masih hidup subur dimana pengaruh Barat tidak menghinggapinja dengan berbagai penjakit. Dengan menggalinja kembali setjara sadar, maka

263