Tiap bangsa mempunjai kepribadiannja sendiri-sendiri. Kita bangsa Indonesia mempunjai sifat toleransi, artinja, bahwa sifat-sifat dari bangsa Indonesia itu adalah ramah-tamah, suka menolong dan damai. Sifat ini masih hidup didalam masjarakat Indonesia. Rukun-Tetangga jang sekarang masih hidup didalam masjarakat Indonesia misalnja, menganut satu idee toleransi. Sering terdjadi, bahwa orang-orang jang beragama Kristen bersama-sama dengan orang-orang jang beragama Islam mendirikan mesdjid atau geredja. Ini bukanlah soal jang luar biasa, akan tetapi soal jang biasa terdjadi didalam pergaulan jang selalu damai diantara penganut kedua agama di Maluku. Menurut Jusuf A.M. dalam karangannja: „Hukum Pella mendjadi dasar kerdja-sama Islam dan Kristen di Maluku”, toleransi ini terdjadi oleh karena sumpah setia kawan dari nenek-mojang jang turun-temurun jang didjaga keras sampai detik dan saat ini.
Saudara-saudara sekalian.
Kita dapat bersjukur bahwa adjaran Hinduisme dengan 4 Kasta dan kaum prianja, jang tidak mengenai toleransi sosial, tidak melekat kepada kepribadian bangsa Indonesia. Hinduisme membagi warga-negara dalam empat klas jaitu Brahmana (tugasnja beladjar, mengadjar, menjadjikan korban dan menerima sumbangan-sumbangan), kedua ksatrija (tugasnja dalam lapangan-lapangan kepradjuritan dan politik), ketiga Vaishja dengan tugas pertanian, peternakan perdagangan dan keempat kaum Sudra jang harus mengabdi kepada ketiga golongan diatas tadi. Diluar pembagian itu masih terdapat suatu golongan manusia jang tidak masuk salah satu klas jaitu golongan Paria dan boleh dikatakan berada diluar hukum sama sekali. Kini kurang lebih ada 60 djuta kaum Paria dan merupakan probleem jang sulit bagi pemimpin-pemimpin India. Namun meskipun pembagian Kasta dan kaum Paria ini diketahui sebagai penghambat besar bagi kemadjuan.
Bangsa India tidaklah banjak jang dapat diperbuat untuk diadakan perobahan. Systeem Kasta jang tidak mengenai toleransi sosial itu merupakan tiang utama dari Hinduisme dan bagi bangsa India. Hinduisme merupakan satu-satunja daja pengikat jang kokoh bagi ratusan djuta manusia jang berasal dari berbagai-bagai
261