Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/266

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Dari India mengalir adjaran Hinduisme dan Budhisme. Hinduisme mengadjarkan kepada kita:

  1. systeem masjarakat ampat kasta (Brahmana, Ksatria, Vaishaya dan Sudra. Ditambah dengan kaum jang tak masuk salah satu kasta, jaitu Paria);
  2. kepertjajaan reincarnatie (pemindahan roch sesudah mati);
  3. pantheisme dan polytheisme (mengeramatkan binatang-binatang dan kepertjajaan pada dewa-dewa).

Andjuran Budhisme dapat dianggap sebagai lawan dari Hinduisme, karena Budha tidak menjetudjui penjembahan binatang-binatang atau berhala, menganggap persamaan segala manusia dan pemindahan roch dapat dikuasai dengan melupakan dirinja dan beramal baik.

Falsafat Tiongkok membawa kita kepada pengertian pemudjaan orang tua dan Taoisme atau aturan alam, jaitu bahwa ada dua kekuatan adjaib jang kombinasi serta perubahannja menjebabkan gerak didalam dunia fisik dan moral manusia. Jang mengendalikan itu disebut Tao.

Agama Islam membawa perobahan jang radikal dengan kalimat sjahadatnja jang menentukan bahwa Tuhan hanjalah satu dan Muhammad adalah Rasulnja.

Adapun kebudajaan Barat, sebagaimana diatas telah saja singgung, menanamkan individualisme dan materialisme dalam kalbu manusia Indonesia.

Saudara-saudara sekalian.

Kebudajaan-kebudajaan asing itu membawa pengaruh pula dalam perobahan struktuur masjarakat Indonesia. Pengaruh kebudajaan Hindu mentjapai puntjak kebesarannja dalam abad ke-4 dan ke-5 jakni sesudah di Djawa Barat didirikan suatu keradjaan jang beragama Hindu. Kemudian di Djawa Tengah dan Timur timbul keradjaan-keradjaan Djawa jang beragama Hindu djuga, Mataram kuno, Kediri, Madjapahit dan lain-lain.

Keradjaan-keradjaan ini berkuasa atas desa-desa. Pergaulan hidup didesa-desa telah mulai berganti dari penghidupan sederhana mendjadi pergaulan jang terlapis.

272