Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/228

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
Oleh karena itu, bangsa ialah seolah-olah "plebisit" jang diulangi terus-menerus setiap hari.
  1. Pernjataan Pantjasila. Pada tanggal 7 Mei 1953, Presiden Soekarno memberi pendjelasan tentang arti „Bangsa” didalam Pantjasila sebagai kuliah umum di Universitas Indonesia di Djakarta, sebagai berikut: „Didalam Lahirnja Pantjasila aku berkata, bahwa aku tidak 100% setudju kepada Renan dan tidak 100% setudju kepada Otto Bauer. Renan sekedar mengingat kepada gerombolan manusia jang berdjiwa ingin berkumpul: le desire de’tre ensemble. Otto Bauer djuga mengemukakan dia punja definisi kepada Charaktergemeinschaft sadja, tetapi tidak membitjarakan tentang besar ketjilnja golongan manusia itu; tidak membitjarakan tentang wilajahnja manusia-manusia itu, sehingga aku berkata, djikalau kita sekedar berpegangan kepada Renan sadja atau kepada Otto Bauer sadja, tiap-tiap golongan manusia, walaupun tidak besar, walaupun ketjil, asal dia mempunjai le désire d'être ensemble, asal dia mempunjai Charaktergemeinschaft, erwachsene aus Schiksalgemeinschaft, maka itulah sudah bisa disebutkan natie. Tidak! Menurut fahamku, natie memerlukan djuga geopolitische eenheid. Geopolitis ternjata satu. Aku tuliskan didalam Lahirnja Pantjasila, bahwa misalnja ternjata tiap-tiap anak ketjil bisa mengetahui, bahwa segenap kepulauan Indonesia adalah satu unit, pulau jang beribu-ribu, berpuluh ribu ini, walaupun djumlahnja berpuluh-puluh ribu, tetapi njata satu eenheid antara Asia, Australia, Lautan Teduh dan Lautan Hindia; maka jang dinamakan natie ialah segenap rakjat jang berdiam dikesatuan kepulauan ini dengan rasa le desire d'etre ensemble. India kelihatan tegas adalah daerah kesatuan, Djepang adalah tegas suatu daerah kesatuan; pulau-pulau Djepang jang beratus-ratus itu adalah satu kesatuan; maka kataku didalam Lahirnja Pantjasila, satu natie adalah gerombolan manusia dengan le désire d'être ensemble dengan Charaktergemeinschaft. Tetapi jang berdiam diatas persataun daerah, jang njata geopolitis, geografis, njata bahwa ini adalah satu kesatuan.

214