dibutuhkan bagi tenaga-tenaga pendorong, penggerak kearah kemuliaan martabat wanita.
Dengan facta-facta tersebut tadi njatalah akan peranan djuru penerang dari masa ke-masa, sedjak petjahnja revolutie hingga saat sekarang. Sudah barang tentu sebagaimana telah diakui pula oleh Sekertaris Djenderal Kementerian Penerangan dalam pidato pada latihan Parlementaria tanggal 3 Djuni 1956 di Tugu, bahwa rakjat sudah mempunjai eritische-zin, njatalah akan kemadjuan masjarakat kita. Terutama bagi negara agraris, desa adalah mendjadi sendi dasar dari kehidupan perekonomian.
Dalam pembangunan negara ini maka masjarakat desa jang hingga kini masih merupakan passieve potentie harus dirobah mendjadi actieve potentie.
Sehingga dengan begitu maka desa dapat selfsupporting. Tenaga-tenaga penggerak perlu digerakkan jang dalam hal ini penerangan mempunjai beban jang tidak ringan.
- KENJATAAN PADA TENAGA DJAPEN DEWASA INI:
Bahwa dari kenjataannja Kementerian Penerangan jang pada hakekatnja sama-sama tumbuh dengan gelora perdjuangan rakjat dan turut mengambil peranan sedjalan dengan perkembangan revolutie rakjat Indonesia, jang dalam hubungan ini pertumbuhan djawatan-djawatan Penerangan daerah beserta tenaga-tenaganja djuga sama tumbuh dalam perdjuangan tersebut, jang tentu sadja dalam pertumbuhannja itu tidak terlepas dari factor-factor pendidikan dan kesanggupan masjarakat seluruhnja, jaitu:
- Tenaga-tenaga Djawatan Penerangan jang ada sekarang terutama didaerah-daerah banjak jang tidak sempurna pendidikannja tetapi oleh karena bakat dan kesanggupannja telah memilih Djawatan Penerangan sebagai lapang pengabdiannja.
- Ketjakapan-ketjakapan pegawai pada umumnja hanja diperdapat dari pengalaman-pengalaman dan penambahan penge tahuan dari hasil selfstudie jang tidak sempurna.
- Ikatan ketjerdasan dari masjarakat jang dihadapi langsung oleh djuru Penerang telah semakin tinggi jang achiraja mungkin
198