Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/209

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

4. Sebagai akibat pertentangan politik ditanah Air kita, maka timbullah bermatjam-matjam groepering dari masjarakat dilihat dari segi sosialnja.

Kalau dalam petjahnja revolusi kita hanja mengenal satu masjarakat ialah masjarakat berdjuang, maka kini kita melihat bermatjam-matjam golongan dan tingkatan bentuk masjarakat. Dimana Masjarakat madju, maka difirentiatie nampak tadjam, demikian puła sebaliknja.

Maka guna mengurangi segi negatiefnja dalam masjarakat demikian itu, tenaga-tenaga Penerangan jang creatief sangat diperlukan.

5. Kelambatan pertumbuhan kebudajaan kita adalah disebab kan diantaranja kurang terpeliharanja kebudajaan daerah. Apalagi dengan arus kebudajaan asing jang mengalir liwat techniek medianja jang modern antara lain pers radio dan film.

Ini kelihatan pada publik jang dengan tidak sadar meniru-niru tindak tanduk film, jang tidak disadari. Malahan ada djuga anggapan jang berpendapat, bahwa apa jang dari Barat itu musti benar dan baik sedang budaja sendiri kurang terpelihara dan diperhatikan.

6. Dalam lapangan transmigrasi sebagai salalı satu tjara assimi lasi dalam memperkuat rasa kesatuan Nesional jang bulat masih nampak dibutuhkan tenaga Djuru penerang. Dalam hal ini, bila terdjadi sesuatu pertentangan anggapan bagi pendatang, maupun penduduk asli.

Mengurangi rasa kesukuan jang sempit supaja dapat diadakan saling mengerti sepenuhnja.

7. Kesusilaan masjarakat perlu didjaga; apalagi dengan meradjalelanja prostitusi jang menurunkan martabat susila bangsa. Sekalipun hal ini berlaku setjara diam-diam, tetapi pemelihara-pemelihara tata-susila dalam arti sedalam-dalamnja harus tetap memberikan batasan.

8. Mengingat pula kemadjuan-kemadjuan masjarakat wanita terutama dalam ber-organisasi. Tetapi tidak berarti bahwa keseluruhan masjarakat wanita telah sadar.

Ini dapat dilihat pada kurangnja activitet positief, jaitu actief dalam masjarakat umumnja. Sudah barang tentu pula dalam hal ini

197