Halaman ini tervalidasi
dari rakjat untuk dapat mengikuti langkah-langkah jang diambil oleh Pemerintah.
V. MASIH BERKURANGNJA DINAMIKA MASJARAKAT DESA
Masjarakat Indonesia jang sebahagian besar terdiri dari masjarakat tani jang dalam kehidupannja terbagi-bagi atas persekutuan-persekutuan ketjil (Desa), njatanja dalam masa pembangunan negara sekarang ini masih belum dapat melepaskan diri dari tjara-tjara penghidupan serta berpikir statis dan untuk memutuskan berbagai-bagai ikatan jang masih ada:
- ikatan-ikatan feodal, beban dan ikatan lainnja mendjadikannja masjarakat desa hidup passief dan menjerah;
- masih belum adanja potentie ekonomi desa jang actief (baik dalam lapangan penghasilan ataupun dalam penjaluran hasil);
- tekanan kelebihan penduduk bagi daerah-daerah jang padat menimbulkan sempitnja lapangan penghidupan rakjat.
SOSIAL/EKONOMI:
- Didalam masjarakat dewasa ini ternjata ada timbulnja bermatjam-ragam aliran kepertjajaan (jang belum dapat disebut agama), hal ini menjebabkan berdjangkitnja fanatisme dalam masjarakat.
- a. Pendidikan sebagai penampungan hasjrat rakjat jang haus akan ilmu pengetahuan.
b. Usaha pemberantasan buta-huruf masih memerlukan perhatian dan kesungguhan.
c. Tingkatan dasar kedjuruan sebagai langkah kependidikan Universiter. - Akibat-akibat gangguan keamanan dibeberapa daerah antara lain: mendjadikan rakjat masa bodoh, urbanisasi, pengangguran, berkurangnja produksi perkebunan ditempat-tempat tidak aman.
- Groeperingen dalam masjarakat sebagai akibat dari pertentangan politik.
194