Halaman ini tervalidasi
- Kesadaran berpemerintah.
- Kurangnja kesadaran dalam hal berpemerintahan ini dapat terlihat tidak sadja hanja dengan merosotnja kewibawaan Pemerintah; selain dari faktor penguasa sendiri, djuga karena kekurangan kesadaran berpemerintah dari Rakjat. Gezag tidak akan ada kalau ontzag dari Rakjat hilang, jang hal ini dapat terlihat:
- Dengan adanja penjelundupan kopra di Sulawesi.
- Adanja kekatjauan-kekatjauan diperbagai Daerah seperti Atjeh, Djawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dll.
- Berlakunja berbagai korupsi dalam berbagai lapangan.
- Adanja pada djiwa Rakjat gedjala-gedjala perasaan, bahwa mematuhi Pemerintah itu hanja didasarkan pada kesadaran dan keinsjafan mempunjai Pemerintah sendiri.
- Kesadaran berpolitik.
- Ternjata masih banjaknja djumlah rakjatnja jang buta politik dengan tidak menjadari, bahwa didalam Negara demokrasi seperti Negara kita adanja djaminan bagi rakjat untuk penen tuan hak-hak azazinja, guna ikut serta menentukan Pemerintahan Negara.
- Akibat buta-politik jang ada pada rakjat ini menjebabkan jang rakjat itu sendiri apathis dalam berbagai persoalan negara terutama dalam lapangan politik.
- Pertentangan politik langsung setjara tidak sadar maupun sadar menimbulkan adanja pertentangan antara individu dengan individu.
- Partai-partai njatanja belum geemancipeerd dan belum mentjapai platform idiologienja.
- Timbulnja kepertjajaan baru jang bertendens politik.
- Kesadaran berorganisasi.
- Rakjat kurang menjadari bahwa organisasi itu adalah satu-satunja alat jang modern untuk mentjapai tjita-tjitanja didalam zaman kemadjuan seperti sekarang ini. Hal ini adalah akibat dari dominatie politik asing, baik sebagai peninggalan dari kekuasaan pemerintah kolonial Belanda ataupun merupakan gedjala-gedjala jang hidup dalam masjarakat Indonesia dewasa ini.
192