Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/204

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
  1. Kesadaran berpemerintah.
    Kurangnja kesadaran dalam hal berpemerintahan ini dapat terlihat tidak sadja hanja dengan merosotnja kewibawaan Pemerintah; selain dari faktor penguasa sendiri, djuga karena kekurangan kesadaran berpemerintah dari Rakjat. Gezag tidak akan ada kalau ontzag dari Rakjat hilang, jang hal ini dapat terlihat:
    1. Dengan adanja penjelundupan kopra di Sulawesi.
    2. Adanja kekatjauan-kekatjauan diperbagai Daerah seperti Atjeh, Djawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dll.
    3. Berlakunja berbagai korupsi dalam berbagai lapangan.
    4. Adanja pada djiwa Rakjat gedjala-gedjala perasaan, bahwa mematuhi Pemerintah itu hanja didasarkan pada kesadaran dan keinsjafan mempunjai Pemerintah sendiri.
  1. Kesadaran berpolitik.
    1. Ternjata masih banjaknja djumlah rakjatnja jang buta politik dengan tidak menjadari, bahwa didalam Negara demokrasi seperti Negara kita adanja djaminan bagi rakjat untuk penen tuan hak-hak azazinja, guna ikut serta menentukan Pemerintahan Negara.
    2. Akibat buta-politik jang ada pada rakjat ini menjebabkan jang rakjat itu sendiri apathis dalam berbagai persoalan negara terutama dalam lapangan politik.
    3. Pertentangan politik langsung setjara tidak sadar maupun sadar menimbulkan adanja pertentangan antara individu dengan individu.
    4. Partai-partai njatanja belum geemancipeerd dan belum mentjapai platform idiologienja.
    5. Timbulnja kepertjajaan baru jang bertendens politik.
  1. Kesadaran berorganisasi.
    Rakjat kurang menjadari bahwa organisasi itu adalah satu-satunja alat jang modern untuk mentjapai tjita-tjitanja didalam zaman kemadjuan seperti sekarang ini. Hal ini adalah akibat dari dominatie politik asing, baik sebagai peninggalan dari kekuasaan pemerintah kolonial Belanda ataupun merupakan gedjala-gedjala jang hidup dalam masjarakat Indonesia dewasa ini.

192