Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/195

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

membentuk Pemerintahan koalisi jang mendapat dukungan bulat dari Parlemen pilihan Rakjat itu.

Dari facta-facta diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa dalam bumi Indonesia ada „djiwa terpendam”, ialah djiwa asli Indonesia jang belum dikenal oleh orang Barat dan jang belum digali oleh Bangsa Indonesia sendiri.

Dalam hal ini Kempen akan mendjadi printis djalan untuk menemukan djiwa terpendam itu, ialah dengan mengadakan reseach work. Reseach work ini, dengan sendirinja memerlukan tenaga-tenaga ahli jang betul-betul menguasai, mengerti dan paham hidup asli sosial-Indonesia.

Dengan ini tampak keperluannja tenaga-tenaga ahli jang tau dalam akan pengertian-pengertian alat-alat perlengkapan ´pikiran dan perasan typisch Indonesia.

Djika kita perhatikan tenaga-tenaga ahli dan akademisi jang ada di Kempen dewasa ini sesuai dengan djawaban Pemerintah jang disampaikan oleh Menteri Urusan Organisasi dan planning, bahwa untuk seluruh Kempen dan bagiannja, hanja ada 2 orang tenaga akademisi sadja, sedang jang diperlukan sampai berdjumlah 400 orang.

Dari gambaran diatas njatalah betapa djauhnja lagi usaha kita, lebih-lebih dalam mempertinggi „mentale intelectueele weerbaarheid dikalangan Kempen sendiri, sesuai dengan program Pemerintah jang ingin memulai Pembangunan Negara dengan rentjana 5 tahun, maka Kempen sebagai aparaat jang memegang peranan menjedarkan dan menggerakkan rakjat kedjurusan program tersebut, harus membuat planning pula untuk kesempurnaan tugasnja, Salah satu dari planning itu, ialah mengadakan Akademi Dinas Penerangan untuk mengembeleng dan melahirkan tenaga-tenaga Penerangan.

Djika Akademie tahun ini dapat dimulai, maka dalam tempo 5 tahun, kalau tiap tahunnja menghasilkan 50 orang akademisi, maka akan dihasilkan 3 × 50 orang sama dengan 150 orang tenaga akademisi. Dengan begitu dalam dua kali rentjana 5 tahun kita sudah dapat memenuhi formasi jang sewadjarnja dari Kempen dengan tenaga-tenaga academici.

183