Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/194

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

tenaga-tenaga djupen. Sebagai pendukung tjita-tjita negara, penggerak rakjat melaksanakan tjita-tjita itu dan pembimbing public opinion jang setiap saat siap sedia untuk melaksanakan tugas-tugasnja jang tersimpul dalam Pantja Bakti Kempen.

Tetapi adanja tenaga-tenaga itu sadja beserta kemauan untuk mengabdi, belumlah memadai untuk mewujudkan tjita-tjita bangsa. Sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan dan perkembangan-perkembangannja jang selalu meminta perbaikan tenaga itu selalu harus disempurnakan dan diperbaharui, baik organisatoristehnis maupun mental, untuk menjesuaikan langkah dengan zaman atoom dewasa ini, negara kita membutuhkan tenaga-tenaga ahli-ahli di segenap lapangan djuga dilapangan penerangan, djika kita tidak ingin ditelan mentah-mentah oleh pengaruh asing baik dalam kehidupan materiil maupun moril.

Sampai sekarang kaum intelek kita memandang soal-soal Indo nesia jaitu dari sudut Barat memakai katja mata „Western Outlock", sesuai dengan pendidikan jang mereka peroleh dizaman Koloniaal.

Banjak misal jang bisa kita kemukakan, diantaranja hyphotese Serge Chakotin sebagai berikut: Dari dua belas orang itu hanja dua orang jang punja faham politik, sedang jang lainnja mudah di pengaruhi (suggestible). Pemuka-pemuka kita memakai ukuran dasar itu di Indonesia.

Apakah begitu djuga masjarakat Indonesia? Tidakkah mungkin rakjat Indonesia, dimana antara seratus orang itu hanja dua orang punja paham politik? Sampai sekarang belum bisa didjawab! Tidak ada jang bisa memberikan djawaban.

Perhitungan-perhitungan orang Barat jang a priori menganggap konperensi Asia Afrika di Bandung akan gagal (menurut perhitungan katjamata Barat), tapi kenjataannja lain sama sekali, malah dapat menghasilkan dasasila jang mendjadi djambatan penghubung Timur dan Barat tentang soal-soal kemanusiaan (mankind).

Orang-orang luar meramalkan, bahwa Pemilihan Umum di Indonesia untuk anggauta-anggauta D.P.R. dan Konstituante akan mendjadi bentjana perpetjahan bagi Bangsa Indonesia sendiri, tapi kenjataannja mempunjai hasil jang bisa dibanggakan, bahkan bisa

182