Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/193

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

tration pacifique” sudah merembes kedalam tubuh Negara kita. Kemudian setelah di Indonesia dibuka kedutaan-kedutaan asing, usaha propaganda/penerangan asing itu dilakukan dengan lebih georganiseerd melalui kedutaan-kedutaan tersebut. Segala usaha dan djalan untuk melantjarkan propaganda/penerangan tersebut mereka lakukan.

Dalam waktu achir-achir ini disignaleer pula merembesnja propaganda/penerangan asing, jang didjalankan melalui saluran-saluran ilmijah.

Demikianlah semendjak tahun 1945 Indonesia sebagai Negara baru dengan kedudukan insular dan cross position, selalu actief mengikuti suasana politik dunia, dan berusaha membendung pengaruh penerangan asing jang masuk ketanah air. Karena kalau pengaruh propaganda/penerangan asing itu dibiarkan berlangsung dengan semau-maunja, sudah pasti ia akan mengakibatkan kehantjuran sendi dan tudjuan negara kita, diatas mana Negara kita didirikan, dan kemana tjita-tjita negara kita arahkan.

Dalam hal ini tugas dari Kementerian Penerangan sungguh sangat berat sekali, dan djelaslah bagaimana vitaliteit penerangan baik dalam membendung dan mengatasi propaganda asing, maupun dalam membimbing pendapat umum dalam negara sendiri.

Sebagai tjontoh jang paling baru tjukup kiranja djika diutarakan disini beberapa negara seperti Djerman-Hitler dengan systim dan barisan-barisan propagandanja jang terdidik dibawah satu kementerian dan dibawah pimpinan Goebbels jang dalam waktu jang pendek dapat menjusun tenaga seluruh rakjat Djerman, bahkan hampir menguasai seluruh daratan Eropa. Sovjet Rusia dengan propaganda Komunis, Turki dengan Kemal Pasha dizaman kebangunannja dan „last but not least" Indonesia sedjak zaman Budi-Utomo sampai kepada saat proklamasi dan sesudahnja. Kesemuanja itu membuktikan bahwa pada setiap pergolakan bangsa dan ummat manusia, pendukung dan penjebar-penjebar idee atau djuru-penerang-djuru-penerang, adalah merupakan tenaga pokok jang tak dapat tiada.

Alasan ini djugalah jang mendjadi dasar bagi R.I. untuk mengadakan dan mempertahankan adanja Kempen guna menjusun

181