njata menjebut dasar pikirannja tentang pendidikan ilmu djurnalistik di Amerika Serikat, akan tetapi pada umumnja ketiga Fakultas tadi boleh dikatakan sependirian, bahwa sesuatu harian jang besar pada suat ketika akan mempengaruhi sedjumlah orang jang lebih besar bilangannja dari djumlah orang jang dapat dipengaruhi oleh semua mahaguru-mahaguru di Amerika Serikat. Apa jang diketahui oleh seluruh penduduk negara itu tentang kedjadian kedjadian penting mengenai dunia umumnja, mengenai negaranja, atau mengenai kedjadian-kedjadian setempat, hal itu kebanjakan didapatnja dari harian-harian, dari radio dan madjalah-madjalah . Para reporter-lah jang mengumpul inti dari berita-berita jang datang dari segala peloksok dan dari kumpulan inti inilah dibentuk suatu ,,public opinion’’. Para redaktur (editors) kemudian mengumpul inti-inti ini dan memberikan keterangan dan pendjelasannja. Orang-orang lain membuat rentjana-rentjana iklan, jang bukan sadja dapat menggerakan roda dunia ekonomi, akan tetapi djuga mendatangkan uang bagi harian, radio atau madjalah jang bersangkutan, sehingga keuangannja dapat terdjamin dan dapat berdiri bebas, tidak dipengaruhi oleh sesuatu aliran politik. Orang-orang lain lagi mengurus soal tehnik penerbitan dan distribusi dari harian atau madjallah itu, sehingga chalajak ramai dapat menerima berita-berita jang disiarkan dalam tempo jang sangat pendek sekali.
Orang-orang inilah jang mengerdjakan ramuan dari ,,public opinion’’. Didalam suatu negara demokrasi, jang rakjatnja pada umumnja sudah madju dan tinggi ilmu pengetahuannja, maka tugas jang dipenuhi oleh orang-orang tadi adalah lebih vitaal dari segala matjam pekerdjaan lain.
Maka oleh sebab itu, barang siapapun jang hendak terdjun dalam lapangan djurnalistik, ia membutuhkan pendidikan dan praktek kedjudjuran jang sebaik-baiknja jang mungkin diberikan.
II. Tudjuan pendidikan.
Djuga mengenai tudjuan pendidikan ini adalah hampir bersamaan pada ketiga buah Fakultas jang disebut diatas.
144