Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/135

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

jang baru mengambil keuntungan-keuntungan itu seluruhnja atau sebagian besar mendjadi miliknja.

Akan tetapi tiap-tiap generasi baru berbuat lebih dari pada itu: ia membina nilai-nilai jang sudah ada itu dengan tjara-tjara sendiri, menambahnja atau mengubahnja dan hal itu kadang-kadang dilakukan dengan pembongkaran setjara kekerasan. Dengan demikian milik kerohanian pada pergaulan hidup manusia itu dapat berkembang, meluas, atjapkali mentjapai tingkat jang lebih tinggi, akan tetapi bagaimanapun djuga: tetap berubah, bergerak kearah jang baru, melalui djalan-djalan jang masih belum diketahui dan belum pernah ditempuh’’.

Saudara-saudara sekalian,
Djadi kesimpulan dari pendapat Dr Lysen ialah bahwa perkembangan individu tidak berlangsung berkat pembawaan jang wadjar sadja, pembawaan bakat jang telah dimiliki setiap individu sedjak lahirnja, tetapi pendidikan, pengadjaran dan pergaulan dengan orang-orang lain merupakan faktor-faktor, jang setiap kali perlu membantu membesarkan setiap baji jang tidak berdaja dan tidak berakal itu mendjadi seorang manusia modern jang agak tinggi tingkat ketjerdasan dan peradabannja. Mendjadikan seorang manusia jang mampu mempertahankan dan memelihara milik kerohanian itu untuk keturunannja, dan mampu untuk terus membinanja atau menggantinja dengan sesuatu jang baru jang kemudian dapat diserahkannja kepada anak-anaknja. Djadi djuga seorang djupen, selaku individu, selain mempunjai bakat, memerlukan pendidikan jang sempurna untuk dapat mengembangkan bakatnja.

Saudara-saudara sekalian,
Bagaimanakah kewadjiban individu sebagai warganegara terhadap negaranja?

Adalah sewadjarnja djika tiap warganegara merasa, bahwa dia adalah satu dengan masjarakatnja.

Kesanggupan dari tiap individu untuk bekerdja sekuat tenaga untuk perbaikan masjarakatnja, tetap pada seorang warganegara jang sadar.
123