Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/112

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

gunung-gunung dan hutan-hutannja sedang perhubungan diantaranja masih djauh dari sempurna. Berdasarkan keadaan ini maka harus diselenggarakan dalam waktu pendek: „Pertahanan Rakjat Total bersiasatkan gerilja-war-fare dengan menggunakan desa sebagai terugval basis”.

Untuk ini rakjat perlu mempunjai pengetahuan ketentaraan jang dapat ditjapai dengan mengadakan systeem militie dan kern-leger disamping membuat rakjat mendjadi sea-and air-minded.

Seluruh angkatan darat, laut dan udara diorganiseer sesuai dengan kebutuhan gerilja-war-fare. Untuk angkatan laut misalnja diperbanjak kapal perang ketjil-ketjil dan jang dapat bergerak tjepat dan kapal-kapal selam.

2. Djangka waktu pandjang.

a. Dalam hal alat-alat, persendjataan dan industrie Indonesia sangat ketinggalan. Bantuan militer jang ditawarkan kepada kita mengandung makeud untuk mendjadikan Indonesia sebagai salah satu pos dalam mata rantai pertahanan mereka dalam persiapannja menghadapi perang frontaal.

Hal ini sangat bertentangan dengan systeem jang kita kemukakan diatas.

Karenanja Pemerintah hendaknja mengadakan planning dalam djangka waktu pandjang untuk mentjukupi kebutuhan dari pettahanannja dengan menitik-beratkan pada pertahanan dilaut, kemudian diudara dan terachir didarat, oleh karena pokok pertahanan kita terletak dalam menghalaukan pendaratan musuh,

b. Pendidikan kern-kaders militair dapat diarahkan pandangan pada India jang sebagai negara tetangga telah mentjapai taraf tinggi dalam lapangan kemiliteran diantara negara-negara Asia jang lain. Ini tidak berarti kita menolak mengirimkan opsir-opsir kita kenegara-negara Barat untuk beladjar, tetapi adalah semata-mata untuk menghindari perdjandjian jang membawa ikatan-ikatan militer jang merugikan kepentingan Nasional. Baru apa jang tak dapat dipenuhi oleh negara-negara tetangga, kitausahakan dinegara-negara lain dengan sjarat pula bahwa itu tak merupakan ikatan dalam bentuk apapun. Dalam kita menindjau penjempurnaan ini dalam hubungan luar negeri satu hal tak boleh kita lepaskan, bahwa Indonesia harus dapat mengusahakan sendiri hal-hal diatas agar tidak semata-mata tergantung pada

100