Djumlah keradjinan jang berupa perusahaan dengan menggunakan karyawan (buruh) dan dengan tudjuan komersiil tentunja lebih sedikit. Djuga djumlah keradjinan jang berupa seni masih terbatas, karena biasanja bersifat turun temurun atau berpusat dibeberapa daerah seperti Bali, Djepara, Sala, Jogja, Tjiamis, Tasikmalaja, Pekalongan, Silungkang, Palembang, Tapanuli, Atjeh, Samarinda, Makasar, Mandar, Kotagede, Kotogadang, Ambon dan lain-lain.
Dengan lebih mudahnja perhubungan antar-daerah dan dengan diadakannja pendidikan dibidang seni, maka djumlah orang jang mempunjai keterampilan dalam keradjinan dan kebudajaan industri rakjat bertambah.
Bukan djumlah hastakaryawan sadja bertambah, akan tetapi karena hubungan dan pendidikan itu, timbul dan hidup tjorak, bentuk dan variasi-variasi baru jang memberikan gaja dan dinamika kepada keradjinan dan kebudajaan industri rakjat untuk disesuaikan kepada selera serta kebutuhan masjarakat, baik didalam maupun diluar negeri.
Tambahnja bentuk dan tjorak baru bukan sadja karena hidupnja dinamika dari emosi sipembikin akan tetapi djuga dimungkinkan oleh tambahnja djenis bahan-bahan pokok kebutuhan keradjinan dan kebudajaan industri rakjat.
Seperti kita sama maklum banjak sekali matjamnja keradjinan bila dihubungkan dengan djenis bahan pokok jang digunakan, belum lagi disebut matjam keradjinan, bila dihubungkan dengan bermatjam ragamnja bentuk dan tjorak jang dibawakan oleh masing-masing daerah serta variasi-variasinja sebagai pertjampuran dari berbagai tjorak dan bentuk itu.
5. Keradjinan dan Kebudajaan Industri Rakjat turut serta dalam mensukseskan tiga kerangka revolusi.
Tidak sedikit dari orang-orang Indonesia, lebih-lebih jang silau kepada barang hasil pabrik-pabrik besar dan barang-barang impor, jang tidak dapat menginsjafi, bahkan tidak pertjaja, bahwa barang-barang keradjinan dan kebudajaan industri rakjat jang kelihatan sederhana itu, djuga mempunjai peranan dan turut aktif dalam mensukseskan Tiga Kerangka Revolusi.
Keradjinan dan kebudajaan industri rakjat bukan sadja penting artinja dilihat dari sudut sosial-ekonomis, teknis teknolo-
891