produksi jang serba modern. Mesin-mesin berbagai tjorak ragamnja dari berbagai negara disamping alat-alat dan mesin kuno sebelum perang, memberikan aktivitas tertentu untuk pemeliharaannja.
Pada tahun-tahun terachir ini Negara kita kekurangan devisa sehingga untuk pemakaian devisa jang terbatas itu dengan sebaik-baiknja, maka prioritas peng-imporan barang dititikberatkan kepada pemenuhan bahan-baku sedangkan pengimporan spare-parts sangatlah terbatas. Dalam rangka berdiri diatas kaki sendiri penjediaan spare-parts dari dalam negeri memegang peranan sangat penting. Tanpa spare-parts jang tjukup industri-industri akan matjet, walaupun bahan-bakunja tersedia. Usaha-usaha pembuatan spare-parts telah dilakukan di Indonesia sedjak lama dan ditingkatkan aktivitas-nja sedjak tahun 1957. Kemadjuan dalam bidang perbengkelan ini tidak terbatas pada pembuatan spare-parts sadja, akan tetapi sampai kepada pembuatan mesin-mesin sendiri. Semendjak tahun 1957 banjak mesin-mesin jang sudah dapat dibuat didalam negeri. Dapat dipastikan bahwa mesin-mesin huller padi, remilling karet, pompa-pompa air, mesin-mesin pres genteng, tegel, mesin paku, mesin plastik, mesin bor listrik, mesin tenun dan lain sebagainja dapat dibuat didalam negeri asal bahan-baku mentjukupi, terutama pigiron, cokes, besi siku dan lain-lain.
Disinilah letak pentingnja workshop dan pengetjoran didalam rangka berdiri diatas kaki sendiri. Sesudah tertjantum dalam pola Pembangunan Semesta Berentjana Tahapan Pertama bahwa perbengkelan perlu mendapat perhatian mengenai pembangunannja, namun dalam pelaksanaannja perbengkelan belum mendapat perhatian jang sewadjarnja sebagian besar perbengkelan kita memiliki mesin-mesin jang sudah tua bahkan ada diantara mesin-mesinnja keluaran sebelum Perang Dunia ke-II, jang mana mesin-mesin jang demikian kurang mampu lagi mengikuti perkembangan industri-industri modern jang memerlukan spare-parts dengan presisi tinggi. Kegunaan perbengkelan memang tidak dapat dirasakan sekaligus oleh masjarakat, karena bukanlah merupakan usaha jang menghasilkan produksi barang djadi, barang-barang konsumsi, akan tetapi hanja merupakan suatu usaha jang memberikan servis kepada usaha-usaha jang lain, demikian pula halnja dengan sebagian besar dari industri-industri pengetjoran kita.
Kemampuan dan kesanggupan dari industri-industri perbengkelan kita tjukup, bahkan sudah kami uraikan diatas bahwa
877