Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/880

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

rusak, sehingga penggunaannja lebih boros (kurang efisien) dibandingkan dengan pemakaian amplas lena ex impor. Sedang diusahakan terus perbaikan mutunja agar lambat laun dapat menjamai atau paling sedikit mendekati kwalitas amplas lonan dari luar negeri.

Mengenai benang aflap/doornaai oleh suatu perusahaan swasta dalam tahun 1961 telah ditjoba memproduksinja. Meskipun mutunja belum begitu sempurna dan hasil produksinja belum begitu banjak, namun ini sudah berarti mengurangi pemasukan benang aflap/doornaai dan oleh perusahan sepatu ketjil dapat dikonsumir.

7. Industri Logam di Indonesia,

Industri Logam terbagi bermatjam-matjam djenis perusahaan antara lain: Perusahaan-perusahaan Assembling sepeda, Email, Kompor, Perabot rumah-tangga, Kawat, Karoseri, Konstruksi, Kaleng, Barang-barang Aluminium, Logam, Pengetjoran, Perbengkelan, Koper besi, Alat-alat pertanian, Mainan anak-anak dan lain-lainnja.

Djenis-djenis Industri Logam tersebut diatas sesudah Perang Dunia ke-II banjak sekali kemadjuannja, dibandingkan dengan waktu sebelumnja.

Setjara singkat dapat diberikan sesuatu tjontoh antara lain seperti:

a. Assembling Sepeda.

Onderdil-onderdil untuk keperluan assembling sepeda pada tahun 1950 pada umumnja diimpor keseluruhannja. Baru sesampainja di Indonesia onderdil-onderdil itu dipasang satu sama lain sehingga merupakan suatu kerangka sepeda, itulah jang disebut assembling sepeda.

Tetapi dari tahun ketahun kemadjuan dari industri ini njata sekali kelihatan. Pada tahun 1953 industriawan kita bertambah madju pemikirannja sehingga pengusaha-pengusaha tersebut memikirkan bagaimana sebagian dari onderdil-onderdil itu dapat dibuat di Indonesia dimana pengaruhnja menguntungkan (menghemat) devisa Negara, seperti pembuatan ketting-kas di Djakarta dan bel (lontjeng) di Surabaja. Mengingat kebutuhan sepeda tersebut di Indonesia ini sangat banjak sekali, chususnja untuk transpor rakjat, maka pemikiran untuk lebih madju lagi kearah pembikinan alat-alat jang lainnja dengan sendirinja timbul. Ini dapat dibuktikan pada tahun belakang ini semua

854