genteng, tidaklah dapat dikontrol setjara kaku dan teliti, akan tetapi sudah djelas bahwa pasang surutnja industri ini akan mengikuti perkembangan pembangunan.
c. Penggergadjian Kaju.
Seperti halnja industri-industri lainnja industri ini terdapat diseluruh daerah kepulauan Indonesia, terutama dimana terdapat banjak kaju atau hutan jang menghasilkan kaju bangunan.
Produk dari industri ini sebagian besar untuk keperluan pembangunan didalam negeri. Ekspor kaju pada umumnja masih berupa glondongan jang biasanja telah melalui proses pengawetan.
Karena kebutuhan kaju dimasa pembangunan ini, maka didaerah-daerah banjak pula terdapat pengusaha-pengusaha ketjil jang aktif melakukan penggcrgadjian kaju hanja dengan tenaga manusia dengan gergadji plaat jang ditarik dua orang bergantian pada kedua udjungnja.
Sumbangan dari pengusaha-pengusaha ketjil ini sangat berarti pula dalam pembangunan. Di Djawa karena kekurangan akan bahan kaju untuk pembangunan, pengusaha-pengusaha ketjil itu banjak mengerdjakan kaju-kaju pohon kelapa jang didjadikan balok-balok, kaso, dan lain-lain jang dapat dipakai sebagai pengganti kaju djati atau kaju lainnja jang lebih kuat.
Berkenaan dengan bahan jang terbatas, maka pengusaha-pengusaha ketjil inipun tidak menaruh perhatian untuk memekanisasikan usahanja. Hal inipun bagi Pemerintah djuga demikian. Tetapi dimana banjak kaju jang masih berlimpah-limpah, diluar Djawa umumnja, Pemerintah memberikan fasilitas-fasilitas untuk tumbuhnja industri ini jang machinal. Hal ini mengingat akan kebutuhan hasil produk industri jang makin meningkat.
Menurut daftar, jang umumnja Heran dari industri-industri jang machinal, dari tahun 1960 sampai tahun 1964 menundjukkan kemadjuan jang pesat. Sekalipun, hasil itu belum mentjapai tingkat full-capacity dan memenuhi seperti apa jang kita perlukan. Oleh karena itu tumbuhnja industri ini masih sangat diharapkan.
d. Tegel
Pertumbuhan industri ini sesuai dengan kebutuhan pembangunan didaerah-daerah. Di Djakarta sebagai pusatnja pembangunan jang terbesar, maka terdapat industri tegel jang ter-
841