York World's Fair 1964 tidak sedikit. Sukses-sukses jang ditjapai adalah djustru karena hasil keradjinan rakjat jang memberikan daja menarik dalam paviljun Indonesia disana. Penggalian kembali keterampilan nenek mojang kita semakin nampak dengan njata. Dalam usaha untuk swasembada sandang, keradjinan rakjat tidak mau ketinggalan. Industri ulat sutera jang telah lama dilupakan, mulai tumbuh lagi sebagai tjendawan dimana-mana. Untuk mengintensifkan usaha-usaha keradjinan rakjat disamping peningkatan penjuluhan perindustrian dipelosok-pelosok didirikan Jajasan Kebudajaan & Keradjinan Rakjat (Jakindra) sebagai sponsor/penggerak keradjinan rakjat.
Kerdjasama antar Departemen dalam rangka berdiri diatas kaki sendiri diperluas: jang dititik-beratkan pada production approach. Hasil-hasil jang positif diharapkan dalam waktu jang dekat.
2. Perkembangan Industri Tekstil di Indonesia.
a. Pemintalan.
Perkembangan industri pemintalan di Indonesia dapat dinilai tidak setjepat seperti industri-industri sandang lainnja. Sektor industri pemintalan tidak dapat dilaksanakan setjara luas oleh badan-badan swasta seperti halnja industri pertenunan, industri peradjutan dan lain-lain.
Hal demikian disebabkan, karena antara lain :
— Industri pemintalan memerlukan modal jang besar.
— Mesin-mesin hampir seluruhnja belum bisa dibikin didalam negeri dan harus diimpor.
— Keterampilan dan keahliam sangat chusus dan lain-lain.
Keadaan pertumbuhan/perkembangan jang sangat lambat disektor pemintalan ini mengakibatkan makin pintjangnja keseimbangan antara scktor pertenunan dan sektor pemintalan jang sebagaimana kita ketahui bahwa hasil produksi pemintalan ini digunakan untuk mensupply industri-industri pertenunan. Dengan demikian untuk mendjaga kelangsungan hidup industri-industri pertenunan dinegara kita ini terpaksa sebagian besar bahan baku jang berupa benang tenun masih menggantungkan pada impor dari luar negeri.
Dibawah ini dapat dilihat bagaimana perkembangan industri-industri pemintalan dinegara kita selama ini.
Dalam daftar dibawah ini, kolom 5, dapat dilihat bahwa sampai saat ini industri pemintalan dinegara kita ini baru mentjapai kapasitas 241.076 mata pintal jang sudah menghasilkan,
828