Perindustrian rakjat mempunjai kedudukan penting dalam pembangunan sosialisme ditanah-air kita dan oleh karena itu sesudah kita kembali ke Undang-undang Dasar 1945 dan ditetapkannja MANIPOL sebagai landasan Negara, maka pembentukan Departemen Perindustrian Rakjat ini merupakan manifestasi jang besar sekali bagi tertjapainja tjita-tjita revolusi kita. Sebagai selalu diutjapkan oleh P.J.M. Presiden/Pemimpin Besar Revolusi bahwa bangsa Indonesia dikurniai oleh Allah s.w.t. dengan sumber alam jang bangsa lain tidak mempunjainja.
Bangsa Indonesia adalah suatu bangsa didunia ini jang paling kaja raja. Tjuma kita harus bekerdja, harus beladjar, harus menggunakan kita punja aktivitas berdasarkan shelfhelp untuk menggali segala kekajaan alam itu, mengolah segala kekajaan itu, sehingga benar-benar kita mendjadi suatu bangsa jang tata tentrem, kerta rahardja gemah ripah loh djinawi, subur kang sarwo tinandur, murah kang sarwo tinuku. Dan agar supaja kita benar-benar mendjadi suatu bangsa jang kuat. Peranan perindustrian rakjat adalah amat penting sekali. Setelah Perindustrian Rakjat mendapat ruang gerak jang lebih leluasa, maka sedjak tahun 1960—1962 angka-angka produksi menundjukkan kenaikan jang pesat. Keinginan untuk berindustri dari masjarakat makin meluas. Permohonan pendirian industri hampir-hampir tak terlajani oleh Bagian Penjaluran Perusahaan.
Pada achir tahun 1964 tertjatat ± 80.000 perusahaan jang terdiri dari 800 djenis termasuk assembling dan keradjinan rakjat. Pertumbuhan industri chususnja dalam sektor sandang, industri plastik, industri logam, madju dengan pesat. Sektor industri plastik tertjatat sangat menondjol, antara lain disebabkan karena plastik merupakan subtitute jang sangat murah untuk bahan-bahan lain, seperti kulit, kaju, logam dan sebagainja.
Disamping harganja jang murah, mudah dikerdjakan dan mudah disesuaikan dengan keinginan masjarakat, baik dalam aneka ragam bentuk maupun warnanja. Inisiatif pembuatan mesin-mesin plastik dalam negeri timbul, guna memenuhi kebutuhan masjarakat jang makin meningkat. Bidang keradjinan rakjat jang sudah lama terlupakan itu mendapat perhatian husus dari Menteri Perindustrian Rakjat Major Djendral Azis Saleh, sehingga dalam sektor ini nampak kemadjuannja, baik produksi untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk mulai diekspor. Peranan industri dan keradjinan rakjat dalam New
827