Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/580

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Bermatjam-matjam motif dipakainja sebagai alasan untuk menumbuhkan organisasi:

  1. motif persamaan tjita-tjita (idiologi);
  2. motif historis, berasal dari satu kesatuan;
  3. motif kedaerahan, berasal dari satu daerah;
  4. motif kepentingan perorangan jang bersamaan;
  5. motif perbaikan/penjelesaian masalahnja;
  6. dan lain-lain motif lagi.

Hal ini merupakan pentjerminan (weerspiegeling) masjarakat diwaktu itu.

Beratnja tantangan jang diberikan oleh masjarakat diwaktu itu, sangat menjulitkan bagi pertahanan djiwa patriotik, mental perdjoangan atau mental revolusioner.

Hampir tiap langkah, apakah langkah itu buruk ataukah baik; dilakukan oleh seseorang ataukah perkumpulan; selalu mendapat sambutan rasa takut dan antipati.

Langkah-langkah untuk memberikan djasa-djasa ditjurigai, langkah-langkah untuk meminta bantuan disambut dengan rasa takut dan antipati. Apalagi untuk melamar sesuatu pekerdjaan, hampir pasti berhadapan dengan alasan-alasan untuk menolaknja.

Orang tak jakin lagi dengan pepatah: ,,berlian jang dimuntahkan dari mulut andjingpun tetap berudjud berlian”.

Dapat dikatakan hanja satu kemungkinan untuk mendapatkan sambutan baik, bila Pedjoang Kemerdekaan itu dirasa dapat dieksploitir untuk kepentingan pribadi atau golongan.

Untunglah bagi jang tabah, malang bagi mereka-mereka jang terlepas dari pegangannja.

Oleh sebab itu tak mengherankan bila ditahun sekitar 1954, telah terdengar ± 200 nama-nama organisasi Pedjoang Kemerdekaan. Meskipun ditahun-tahun sebelumnia telah diusahakan oleh beberapa organisasi untuk mengadakan persatuan disekitar tahun 1952, seperti:

  1. pada bulan Desember 1951, telah kerkumpul enam organisasi Pedjoang Kemerdekaan di Jofja, untuk menjatukan diri dalam satu organisasi, dan lahirlah Persatuan Bekas Pedjoang Bersendjata Seluruh Indonesia (Perbepbsi).
  2. pada tahun 1952, telah berkumpul 21 organisasi Peladjar Pedjoang dari seluruh peloksok tanah air di Salatiga, dan lahirlah Badan Kontak Peladjar Pedjoang.
566