Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/554

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Belanda melantjarkan agresinja jang pertama pada tanggal 21 Djuli 1947. Para pedjoang kemerdekaan sebagai ketentaraan telah tersusun seluruh Sumatera-Tengah chususnje di Karesidenan Sumatera Barat dan Riau, karena karesidenan Djambi adalah masuk daerah ketentaraan Sumatera Selatan. Pun barisan-barisan telah bertindak menjusun formasinja masing-masing menurut susunan ketentaraan. Sebagai pendahuluan untuk bergabung dalam Tentara Nasional Indonesia.

Pada 21 Djuli 1947 itu Belanda bergerak keluar kota Padang dan dalam pertempuran selama duahari berturut-turut. Belanda dapat menduduki Indarung, sehingga pertahanan kita disusun dikampung Ladang Padi.

Pada tanggal 23 Djuli terdjadi pertempuran di Tanah Bengkok dan Lubuk Perahu dan pada tanggal 25 Belanda masuk di Air Sirah, tetapi dapat dipukul kembali di Indarung. Dalam pertempuran itu pasukan kita mendapat bantuan sepasukan Mobrig dari Bukittinggi.

Sesudah agresi Belanda pertama ini diachiri dengan cease fire dan daerah Republik Indonesia hanja tinggal sepertiga pulau Djawa dan empat-perlima Sumatera, maka diteruskan penjempurnaan menjusun T.N.I. dengan memasukkan barisan-barisan rakjat kedalam ketentaraan, sesuai dengan Dekrit Presiden tanggal 5 Mei 1947. Maka dalam bulan Agustus 1947 di Sumatera dibentuk satu Kesatuan Lasjkar-lasjkar dengan nama Legiun Sjahid dengan koordinatornja Kolonel Sjarif Usman, jang didjalankan atas permtah Panglima T.N.I Kekuatan Legiun Sjahid ini adalah satu resimen dengan bandingan 1 : 4, jaitu untuk satu sendjata api diterima dalam T.N.I. 4 orang. Penggabungan ini meliputi Hisbullah, Lasjmi, Barisan G.P.I.I., Sabilillah, Barisan Merah, Sjaifullah, Tentara Allah, Barisan Hulubalang, Barisan Istimewa dan lain-lain.

Pada bulan Nopember 1947, Panglima T.N.I. Komandemen Sumatera memerintahkan supaja nama Legiun Sjahid diganti nama mendjadi T.N.I. Resimen Istimewa Komandemen Sumatera.

Sebagaimana diketahui bahwasanja dalam rangka pembentukan ketentaraan di Sumatera, semendjak tanggal 5 Nopember 1945, Markas Tertinggi T.K.R. di Djawa mengangkat Dr. A.K. Gani sebagai Organisator dan Koordinator T.K.R. se Sumatera, jang dalam djabatan ini mengangkat pula Djenderal Major Soehardjo Hardjowardojo mendjadi Kepala Staf Umum

540