Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/529

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Setelah penjerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949, pada fase-fase pemikiran dan persiapan kearah alih-tugas bagi pedjoang-pedjoangnja, dari perdjoangan bersendjata keperdjoangan pembangunan, sering timbul kontradiksi-kontradiksi antara idee dan kenjataan.

Kata-kata alih-tugas adalah kata-kata baru, satu perumusan jang timbul sesudah seluruh Rakjat Indonesia menjadari kechilafan-kechilafan dan kesalahan-kesalahannja dan kembali kepada rel-rel Revolusi Indonesia jang sebenarnja. Perumusan terdahulu adalah pengembalian kemasjarakat. Dimana bagi para pedjoang sendiri menimbulkan asosiasi, bahwa perdjoangan telah selesai. Dimulai dengan pengertian jang keliru itu, kemudian ternjata menimbulkan ekses-ekses jang mendjadikan berlarut- larutnja usaha-usaha alih-tugas.

Mungkin oleh fihak konseptor hal ini tak disadari namun bagi Pedjoang Kemerdekaan telah mempengaruhi djalan fikirannja. Berarti satu pukulan mental-psikologis baginja, sehingga hampir semua pengertian mendjadi terbalik dari arti jang sebenarnja.

Kebiasaan berfikir untuk perdjoangan dengan tiada pamrih mendjadi berfikir untuk pribadi. Penghargaan Pemerintah mendjadi balas djasa. Pun pula pengertian satu taraf kemenangan jang ditjapai atas pengorbanannja, dianggap satu kemenangan mutlak baginja. Tetapi fakttor subjektif ini tak berdiri sendiri, sebab seandainja masjarakat jang ada pada waktu itu tidak berbau kolonial dan liberalistis, maka tak mendjadikan hal jang demikian djauhnja.

Bila masjarakat jang kita berada didalamnja telah bersih dari sisa-sisa kolonial, sisa-sisa feodal dan tidak Iiberalistis, maka kembali kemasjarakat berarti menerima kewadjiban baru sesuai dengan bakat kemampuan masing-masing, seperti kewadjiban anggota masjarakat lainnja.

Untuk memberikan gambaran tentang ini, sajogyanja kita menengok pedjoang-pedjoang di R.R.T. dan partisan di Jugoslavia. Kemenangan tentara R.R.T. (Tentara Merah) dan Yugoslavia (Partisan) langsung menguasai masjarakatnja, sehingga. apapun formulasi jang timbul, apakah pengembalian kemasjarakat ataukah alih-tugas, tidaklah mendjadi masalah.

Bukan dimaksud dengan perbandingan ini, kita harus memaksakan masjarakat Indonesia sama dengan masjarakat asing. Tetapi dimaksud bahwa setiap masalah jang timbul itu tidak.

515