kemampuan materiil apapun djuga, ketjuali oleh pengorbanan, penderitaan dan kehilangan dalam rangka „Dharma Bakti” kita masing-masing kepada Revolusi Indonesia sedjak Proklamasi 17 Agustus 1945.
Sebagai rakjat dari satu Bangsa jang sedang berrevolusi dimana revolusi itu belum selesai, maka dari kaum Veteran Pedjoang Kemerdekaan Republik Indonesia jang mempunjai andil besar pada periode Physical Revolution dahulu, tetap diharapkan peranan-peranannja dalam menghadapi setiap tantangan jang akan menghambat djalannja revolusi, mendjadi pelopor dan pelaksana inti-pengisi Tiga Kerangka-Revolusi Indonesia dan djangan hendaknja kaum Veteran Pedjoang Kemerdekaan Republik Indonesia mendjadi "The forgotten generation of the nation”.
Seperti kata pepatah bahwa pengalaman adalah merupakan guru besar bagi para pelaku-pelakunja, maka kaum Veteran Pedjoang Kemerdekaan Republik Indonesia jang memiliki banjak pengalaman sehingga sering disebut djuga „Manusia Tiga Zaman”, adalah seharusnja apabila membuat dirinja mampu sebagai pengambil peranan utama dalam penjelesaian Revolusi Indonesia jang ber-pantjamuka ini: dengan setia selalu mengikuti karya-karya Bung Karno sebagai Sesepuh Agungnja jang tertjinta, jang sekarang dipandang oleh Negara-negara Nefo's sebagai Kampiun Kemerdekaan Bangsa-bangsa di Dunia.
Jang dalam setiap kesempatan selalu mengandjurkan dan berseru: „Hai Veteran, djadikanlah dirimu patriot komplit”, demikian harapan Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Bung Karno terhadap kita kaum Veteran.
Semoga Tuhan Jang Maha Esa senantiasa memberkati taufiq dan hidajat kepada kita sekalian chususnja kita kaum Veteran Pedjoang Kemerdekaan Republik Indonesia sehingga dapat memenuhi andjuran Sesepuh Agung kita itu dengan sebaik-baiknja.
Amin!
Menteri Urusan Veteran dan Demobilisasi,
Major Djenderal M. SARBINI.
510