Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/493

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Dengan terkumpulnja data-data ini, maka dapatlah ditjapai:

  1. Semesta Berentjana Tahapan Pertama. Dengan revisi dan adjusment-adjusment pelaksanaan projek-projek tahapan pertama dapat dibenarkan dan disetudjui Pemerintah;
  2. persiapan rentjana-rentjana untuk La ke-II dan seterusnja;
  3. persiapan rentjana-rentjana terperintji baik jang bersifat nasional maupun internasional hingga faktor ekonomi/pembangunan terpimpin dapat setjara konsekwen dilaksanakan jang pula dapat mentjegah pemborosan tenaga, uang dan waktu;
  4. penetapan sentra-sentra industri diseluruh tanah-air jang men-sinkronisir rentjana-rentjana industri/pertanian perkebunan, pengangkutan dan transmigrasi.

Bidang infra-struktur.

Didalam persoalan infra-struktur jaitu djalan-djalan, sumber-sumber tenaga listrik, pelabuhan-pelabuhan, dam-dam, dan sematjamnja dizaman pemerintah kolonial dibangun bukan untuk mempersiapkan fasilitas-fasilitas untuk membangun industri tetapi diadakan semata-mata untuk kepentingan mengeruk dan membawa hasil eksploitasi kekajaan alam kita berupa hasil perkebunan, hasil pertanian rakjat, hasil hutan, hasil bahan-bahan galian industri untuk kepentingan industri dan perdagangan negara sipendjadjah.

Djalan-djalan raya jang dibangun disamping keperluan tersebut diatas lebih banjak ditudjukan untuk kepentingan mobilitas militer dalam menumpas gerakan perdjoangan kemerdekaan atau perdjoangan melawan kolonialisme dan imperialisme jang bertjokol, dengan lain perkataan ditudjukan memperkuat kedudukan sipemerintah kolonial seperti djalan raya Merak-Banjuwangi jang disebut djuga djalan Daendels.

Industri-industri jang ada hanja berupa bengkel-bengkel reparasi jang memperbaiki peralatan dan memberi services terhadap barang modal jang dipergunakan sipendjadjah dalam mengeruk kekajaan nasional.

Industri-industri rakjat jang ada hanja berupa keradjinan-keradjinan tangan jang tidak mempunjat arti dasar bagi perkembangan industri selandjutnja jang sangat dibatasi pula perkembangannja.

479