Unit-unit produksi disamping usahanja untuk memelihara kelangsungan produksi, harus djuga mengembangkan produksi dalam arti memperluas atau meningkatkan produksi. Usaha- usaha ini terutama dilakukan oleh P.N. baru jang tidak mengandung unsur-unsur warisan kolonial, sehingga dapat bebas mengatur produksinja menurut kebutuhan nasional kita. Pada P.N.-P.N. warisan kolonial Belanda, pada umumnja untuk peningkatan produksi setjara baik, sebelumnja perlu diadakan rehabilitasi.
Projek-projek perluasan:
Projek-projek perluasan merupakan usaha-usaha perluasan daripada P.N.-P.N. industri jang telah ada/berdjalan. Projek-projek tersebut umumnja merupakan projek-projek prioritas jang quick yielding, jang penjelesaiannja tidak memakan waktu dan didalam waktu satu dua tahun atau paling lambat tiga tahun sudah dapat mendatangkan hasil. Tudjuan daripada projek-projek perluasan ialah untuk meningkatkan produksi guna mentjukupi rising demands masjarakat akan hasil-hasil industri dalam negeri.
- Projek-projek perluasan dalam lingkungan B.P.U. Mesin Alat-alat listrik :
Projek Bola Lampu Semarang: Projek ini direntjanakan akan selesai dalam dua tahap jaitu:
- tahap pertama pada achir tahun 1966 akan selesai pembangunan pabrik gelas teknik vakum.
- tahap kedua pada tahun 1967 akan selesai pembangunan pabrik manufacturing lampu T.L. lengkap.
dengan kapasitas produksi lampu pidjar 25 djuta bulb/tahun dan lampu T.L. 3 djutta tahun.
Projek Alat Pengetjoran Logam Bandung.
Projek ini direntjakan akan selesai pada tahun 1967 dan akan memproduksi 3.000 tjor-tjoran termasuk 1.000 machine tools/settiap tahun dan akan dapat menghemat devisa $ 0,4djuta.tiap tahunnja.
Projek Gerbong Kereta Api I, II Pasuruan.
Projek ini direntjanakan akan selesai dalam tahun 1973 dengan dua tahap jaitu mengadakan asembling dan persiapan untuk manufacturing dengan kapasitas 2.000 buah gerbong per tahun, dan pada tahun 1965 direntjanakan asembling daripada
459