Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/427

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Djalen (Tulungagung) dan Tjikalong (Priangan Timur) masih sempat dilakukan penindjauan-penindjauan singkat atas endapan-endapan batu-bara jang terdapat disitu. Meskipun hasilnja tidak menundjukkan suatu kemungkinan ekonomi jang berarti, namun rakjat setempat mengadakan penggalian-penggalian djuga untuk sekedar memenuhi kekurangan bahan bakar dalam keadaan jang serba sulit pada waktu itu.

Dalam bidang penjelidikan geologi teknik, kegiatan jang dilakukan agak sedikit lebih banjak, meskipun sifatnja kebanjakan adalah penjelidikan-penjelidikan ketjil, diantaranja pemeriksaan tanah longsor, pemeriksaan sumber-sumber air, dan lain sebagainja. Disamping itu telah dapat dilaksanakan pula penjelidikan-penjelidikan pendahuluan atas projek bendungan Kali Sampean (Besuki) dan waduk Dawuhan (Madiun). Semua penjelidikan ini tidak sampai diselesaikan dengan baik karena keadaan tidak mengizinkan.

Akibat penjerbuan tentara Belanda ke Jogjakarta pada achir 1948 maka terhentilah untuk sementara waktu segala kegiatan penjelidikan geologi didaerah de fakto R.I.

Setelah pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949 terdapat dua djawatan jang mengurus soal-soal jang bertalian dengan pertambangan, jaitu:

  1. Pusat Djawatan Pertambangan (R.1.S.) jang berkedudukan di Djakarta dibawah Kementerian Kemakmuran R.I.S.
  2. Djawatan Tambang dan Geologi R.I. di Jogjakarta dibawah Kementerian Perdagangan dan Perindustrian R.I.

Adapun tugas Djawatan Tambang dan Geologi R.I. ialah : pekerdjaan-pekerdjaan geologi dan pertambangan dibekas daerah ,,Renville”’ (Keresidenan Banten, Djawa Tengah, bagian tenggaran dan timur, Djawa Timur, Pulau Belitung, daerah-daerah sekitar Medan, Palembang dan Padang).

Suatu kedjadian diluar jang penting artinja untuk Djawatan adalah ditambahkannja bagian Geologi pada Fakultas Imu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia (dahulu}, di Bandung dalam bulan Agustus 1950 karena sebagian dari sardjana-sardjana lulusan pendidikan inilah jang merupakan staf ahli geologi djawatan sekarang dan dimasa depan.

Dengan terbentuknja kembali Negara Kesatuan R.I. pada tanggal 17 Agustus 1950 maka diadakan integrasi antara Djawatan Pertambangan R.I.S. jang berkedudukan di Djakarta dengan perwakilannja di Bandung, sedangkan bekas kantor

413