Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/423

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca
  1. Begian Penjelidikan Ekonomis/Teknologis.
  2. Bagian Tekstil, dan
  3. Bagian Tata Usaha.

Bentuknja sangat sederhana, bahkan didalam peralatannja masih djauh lebih sederhana daripada apa jang dimiliki oleh ”Afdeeling Nijverheid” dizaman Hindia Belanda dulu, ataupun jang dimiliki oleh Kogyo Chu Zimusjo dizaman Djepang, karena peralatan dan personil jang bernaung dibawah bendera R.I. waktu itupun hanja sebagian sadja daripada jang dikuasai oleh instansi-instansi jang terdahulu itu.

Masa tahun 1945-1197 adalah masa penjusunan dan pengumpulan data-data disamping pekerdjaan rutine dan merupakan kelandjutan daripada pekerdjaan instansi-instansi jang mendahuluinja. Untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan masjarakat jang mendesak akan hasil perindustrian dan keradjinan, Balai-balai Penjelididan (Keramik, Batik, Tekstil, Industri dan Kimia jang dapat diungsikan kepedalaman) diharapkan akan mendapatkan penemuan-penemuan atau prosedur-prosedur jang segera dapat dilaksanakan didalam masjarakat perindustrian dan keradjinan dengan menggunakan bahan-bahan jang terdapat didalam negeri.

Pada waktu itu salah satu penemuan jang penting dapat disebut: jaitu procede memperoleh serat rami dari tanaman rami setjara micro-biologis, jang dapat membantu dibidang produksi bahan sandang: djuga procede-procede pengawetan makanan, dengan tjara jang sangat sederhana, tanpa mempergunakan kaleng dan lain-lain (alat pembungkus jang diimpor) jang dihasilkan oleh Balai Penjelidikan Industri pada waktu itu sangat membantu ketahanan anak-anak kita digaris depan.

Disamping itu petugas-petugas penjuluhan kita didaerah-daerah dengan Kantor Inspeksi dan Kantor Tjabang Djawatan Perindustrian dan Keradjinan sebagai pusat-pusat aktivitas memberikan bimbingan-bimbingan, baik teknis maupun organisatoris/administratif dan tidak djarang pula disertai dengan bantuan bahan-bahan pokok dibidang produksi, untuk mendjaga agar sekurang-kurangnja perusahaan-perusahaan ketjil dan terutama keradjinan rakjat bisa tetap berdjalan terus.

Penjerbuan Belanda pada 21 Djuli 1947 memaksa kita mengungsikan djawatan dari Magelang: Pimpinan Djawatan menggabungkan diri dengan Pimpinan Kementerian di Jogjakarta, sedangkan seluruh aparat iang dapat di

409