terian Kemakmuran. mulai mengjankan pimpinan. dalam perekonomian negara.
Karena kesulitan dalam mendapatkan jeda gedung untuk kantor dan perumahan pegawai, maka bagian-bagian dari kementerian terpaksa berada ditempat-tempat jang djauh terpisah satu dengan jang lain.
Djarak itu lebih-lebih terasa disebabkan keadaan alat pengangkutan umum pada kala itu boleh dikata sangat menjedihkan. Bagian-bagian kementerian itu pada umumnja terpentjar ditiga buah kota, jalah: Magelang, Jogjakarta dan Surakarta.
Pusat Kementerian berkedudukan di Magelang dengan djawatan-djawatan jang mengurus produksj (pertanian, kehewanan, perikanan, perindustrian dan pertambangan) dan distribusi dalam negeri, Pimpinan Kementerian berkedudukan (Menteri dan pembantu-pembantu lainnja jang terdekat) di Jogjakarta dengan dinas jang mengurus perdagangan dan bahan pangan, sedangkan Djawatan Perkebunan berada di Surakarta. Ditiga tempat itu berkedudukan badan-badan ,,N” (negara) seperti: Badan Industri Negara (B.I.N.), Perusahaan Tambang Minjak Negara (B.T.M.N.), Badan Eksploitasi Tambang Negara (B.S.T.N.), Badan Tekstil Negaran (B.T.N.), Badan Penjelenggara Perusahaan Gula Negara (B.P.P.G.N.), Perusahaan Perkebunan Republik Indonesia (B.P.R.I.) dan lain-lain.
Strukturil pada waktu itu Kementerian Kemakmuran dan dinas-dinasnja tidak banjak berbeda dengan apa jang kita djumpai dalam Departement van Economische Zaken dizaman Hindia Belanda dulu, dan achirnja untuk sebagian besar mendjelma mendjadi badan-badan ,,N” itu. Memang adalah tidak mungkin didalam masa pantjaroba dan didalam waktu jang sangat singkat itu untuk mengadakan perobahan-perobahan strukturil jang mendalam dan/atau menjeluruh, mengingat kepada tersedianja peralatan dan personil jang ada, jang pada umumnja masih terikat pada tjara kerdja jang tradisionil sedjak zaman Belanda dulu.
Djuga politis ketika itu amat sukar untuk mengadakan perobahan-perobahan tersebut. Ini disebabkan karena didalam kita mengemudikan bahtera negara jang baru lahir itu, ditjelah-tjelah randjau jang berbahaja, dalam garis besarnja kita mendjalankan politik - perbaikan-perbaikan dengan negara-negara Barat, jang pada umumnja mempunjai vested interest
401