Lompat ke isi

Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/248

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Mereka menimbulkan ketegangan-ketegangan diantara rakjat-rakjat A-A, dengan segala tjara merintangi tumbuhnja kekuatan bangsa-bangsa A-A jang baru, serta dengan sekuat tenaga menghalang-halangi perkembangan dan menambah beban derita rakjat A-A. Untuk mentjapai tudjuan djahatnja itu dilahirkanlah neokolonialisme jang sebenarnja merupakan dominasi tak langsung dibidang politik, ekonomi, sosial, kebudajaan, militer dan teknik.

Oleh karena itu, tanpa membebaskan diri dari pendjadjahan dan kekuasaan imperialis serta kolonialis dan djuga tanpa menghapuskan kekuatan asing sampai keakar-akarnja, tidaklah mungkin bagi rakjat-rakjat jang bersangkutan dan terutama bagi buruh untuk menikmati makna sebenarnja daripada kemerdekaan mereka. Inilah sebabnja, buruh dan rakjat-rakjat A-A mempunjai kewadjiban jang bersamaan untuk melandjutkan perdjoangan mereka melawan imperialisme, kolonialisme serta mengadakan konsolidasi kemerdekaan nasional dan mengembangkan ekonomi nasionalnja menudju kemakmuran jang merata.

Berhubung dengan kesedaran politik jang selalu bertambah, maka para buruh dan S.B.-S.B. A-A dapat mengembangkan keinsjafan untuk kerdjasama serta saling bantu-membantu dalam perdjoangan mereka terhadap penindas-penindas mereka, tidak sadja dalam rangka nasional, tetapi djuga dalam rangka solidaritas internasional.

Sebagai akibat daripada penguasaan kolonial tingkat penghidupan rakjat dan buruh adalah sangat rendah. Sumber alam jang berlimpah-limpah telah dieksploitir dan diangkut pergi sedangkan buruh serta rakjat di A-A tinggal miskin dan terkebelakang. Perdjoangan untuk memperbaiki keadaan jang mendesak ini tidak dapat dilepaskan daripada nerdjoangan melawan imperialis, kolonialis dan neo-kolonialis. Tetapi pemutusan belenggu-belenggu itu sadja tidak dapat memperbaiki keadaan jang sangat melarat dinegerinja sendiri.

Masalah-masalah upah rendah, pendapatan nasional jang tak merata, diskriminasi upah antara buruh laki dan wanita, keadaan kesehatan dan sjarat-sjarat kerdja jang buruk, dan sebagainja, masih harus dihadapi bersama-sama oleh buruh-buruh A-A.

Disamping itu sebagai akibat daripada penindasan kolonialis perkembangan tingkat kebudajaan rakjat serta kebudajaan

232