- latihan dalam perusahaan menurut sistim “apprenticeship” dengan maksud untuk mendjamin mengalirnja bibit-bibit tenaga terlatih dalam perusahaan.
- Latihan kerdja jang praktis dalam pekerdjaan (on the job training).
- Latihan kerdja dalam tempat-tempat latihan tertentu, misalnja dalam pusat-pusat latihan kerdja.
Bentuk latihan 1 dan 2 biasanja dipergunakan untuk orang muda dan berdjangka waktu agak pandjang, sedangkan latihan 3 dan 4 diatas diadakan untuk orang dewasa, bersifat praktis, berdjangka waktu pendek, serta dimaksudkan untuk memberi, menambah atau merobah ketjakapan/kedjuruan seorang tenaga kerdja sesuai dengan kebutuhan pasar kerdja.
Adapun latihan kerdja jang diselenggarakan oleh Kementerian Perburuhan Djawatan Latihan Kerdja adalah latihan kedjuruan kepada orang dewasa jang dipertjepat (accelerated training) chususnja dimaksudkan semula untuk menghadapi kebutuhan tenaga terlatih guna pembangunan negara.
Dalam Periode Survival 1950-1955, Kementerian Perburuhan mulai meletakkan dasar-dasar pokok mengenai latihan kerdja jang akan dilaksanakan di Indonesia untuk menghadapi perkembangan peningkatan kedjuruan tenaga kerdja buat masa jang akan datang.
Sebagai langkah pertama usaha latihan kerdja itu dibatasi pada djenis-djenis djabatan jang dianggap merupakan djabatan pokok (basic trades) jang dibutuhkan oleh pembangunan negara jaitu: bangunan, logam, montir, mobil dan diesel, listrik, radio, perdagangan pertanian dan keradjinan.
Latihan pertanian dimaksudkan untuk menahan kaum penganggur supaja tetap bekerdja dalam lapangan pertanian untuk kemudian ditransmigrasikan disamping mengefektifkan usaha-usaha pertanian sendiri, sedangkan keradjinan wanita dimaksudkan untuk memberi bekal hidup kepada kaum penganggur wanita. Dalam masa 1950-1956 Kementerian Perburuhan menjelenggarakan latihan dalam pusat-pusat latihan kerdja ditempat-tempat tersebut dibawah ini.
- Bandung — Menjelenggarakan latihan instruktur dalam kedjuruan: bangunan, logam, mobil, listrik, radio dan perdagangan.
156