| Tahun | 1951 | 1952 | 1953 | 1954 | 1955 |
| Tenaga kerdja | 18.415 | 26.206 | 5.805 | 4.306 | 12.208 |
Seperti diterangkan diatas, maka penempatan tenaga keluar Djawa itu terbatas pada antar kerdja berdasarkan prinsip sukarela.
Sebagian besar dari tenaga-tenaga kerdja jang dipindahkan itu berasal dari daerah Surakarta, Kedu, Jogjakarta, Banjumas, Pekalongan, Madiun, Kediri dan Tjirebon.
c. Antar Kerdja Chusus.
Disamping antar kerdja sebagaimana diuraikan diatas dalam tahun 1955 telah dimulai dengan suatu antar kerdja jang bersifat chusus, satu diantaranja jalah mengusahakan penempatan bagi mereka jang telah disalurkan dari badan-badan perdjoangan.
Dalam tahun 1955 angka-angka memberi gambaran sebagai berikut:
| Pendaftaran | 895 | orang |
| Penempatan | ||
| Sebagai pegawai | 99 | ” |
| Sebagai kursis | 50 | ” |
| Penghapusan | 142 | ” |
Kesukaran dalam penjaluran bekas peladjar pedjoang kekantor-kantor didaerah disebabkan karena masih belum djelasnja formasi kepegawaian kantor-kantor tersebut. Dalam hal kantor daerah bersedia menerimanja masih harus diatasi birokrasi karena masih harus diperoleh izin dari pusatnja masing-masing. Kesukaran lainnja jalah keseganan dari kantor-kantor tersebut untuk menerima bekas pedjoang sebagai pegawai hingga diadjukanlah sjarat-sjarat jang berat antara lain angka-angka peladjaran rata-rata jang tinggi dan sjarat umur jang rendah. Djuga sering terdapat kekuatiran pada kantor-kantor tersebut, bahwa bekas peladjar pedjoang jang
147