Boekoe Tjerita Graaf De Monte Christo/PERTEMOEAN
XLI
PERTEMOEAN.
Pada besoknja di waktoe pagi, tempo baroe kaloewar dari kamar, Albert berkata pada Franz, bahoewa haroes ija orang, pergi ketemoeken lagi pada Graaf de Monte-Christo. Betoel pada hari kamaren Albert telah njataken soekoernja pada Graaf itoe, tapi sekarang ija ada merasa, bahoewa aken toeloengannja Graaf ifoe padanja, haroes sekali ija bersoekoer doewa kali. Franz, ijang maskipoen ada merasa soeka, tapi ada koerang pertjaja pada itoe Graaf, tida maoe kasih sobatnja pergi sendirian pada Graaf itoe; maka djadilah ija pergi bersama-sama.
Sigra djoega marika itoe soedah dapet bertemoe pada Graaf de Monte Christo.
,,Toewan Graaf!" kata Albert: biarlah sekarang saja oelangken kombali, apa ijang saja telah bilang di hari kamaren, jaitoe: tida sekali saja nanti loepaken pertoeloenganmoe, dan selamanja poen saja nanti beringat, ijang kaoe telah lepasken saja dari kabinasaän atawa dari bahaja kamatian."
,,Toewan!" sahoet Graaf itoe sambil tertawa!,kaoe besarken itoe perkara, ijang dikira olehmoe ada djadi lantaran aken bersoekoer. Saja melinken soedah menoeloeng sadja, soepaja kaoe tida hilang sedikit doewit, lain tida. Hal itoe tida ada harganja aken diomongken lagi. Tapi haroes saja berkata, ijang saja telah lihat begimana adanja katetapan hatimoe." ,,Saja soedah ingat," kata Albert: seperti saja ada berbantah sama orang, laloe djadi bekalahi sama orang itoe, dan di dalem hal itoe saja hendak njataken seperti itoe begal, bahoewa di segala tempat ada orang bekalahi, tapi melinken orang Prasman sadja bekalahi sambil tertawa. Dari sebab pertoeloenganmoe tida djadi koerang besarnja dengen lantaran itoe, maka sekarang saja ingin menanja, kaloe-kaloe saja ini sendiri, atawa dengen lantaran sobat-sobat dan kenalan, boleh djoega berboewat apa-apa aken goenamoe. Ajahkoe, Graaf de Morcerf, ijang beratsal dari Spanje, sekarang ini ada berderadjat besar di Frankrijk dan di Spanje; saja bri taoe padamoe bahoewa saja dan sekalian orang ijang tjinta padakoe ini, selamanja ada sedia aken berboewat apa-apa aken djadi kasenanganmoe."
— ,,Saja misti mengakoe, Toewan de Morcerf, ijang saja telah mendoega djoega aken dapet gendanganmoe ini; maka dengen senang saja trima bitjaramoe. Saja telah berniat aken minta pertoeloenganmoe."
— ,,Toeloengan apa?"
— ,,Saja belon taoe dateng di Parijs dan belon kenal kota itoe."
— ,,Wah! kaoe bisa hidoep sampe di ini masa, dengen belon taoe dateng di Parijs? Itoelah ampir boleh diseboet satoe perkara ijang moestahil!"
— Tapi toch ada dengen sabenarnja. Lama saja telah merasa, ijang saja misti mengenal djoega sama itoe kota besar ijang termashoer, brangkali djoega saja soedah pergi ka sana, kaloe saja ada kenal orang ijang boleh antar saja berdjalan di itoe kota, di mana saja tida sekali ada poenja kenalan." — ,,Oh, saorang seperti kaoe ini, tida perloe ada poenja kenalan lebih doeloe, kerna ada gampang sekali aken kaoe berkenalan sama segala orang."
— ,,Kaoe ini baik sekali. Sekarang telah tetap niatkoe aken melantjong ka itoe kota. Tapi apa kaoe maoe berdjandji pada saja, Toewan de Morcerf, ijang djikaloe saja dateng di Parijs, kaoe nanti anter saja djalan keliling melihat kota itoe ?"
— ,,Oh! di dalem hal itoe, Toewan Graaf! saja berdjandji dengen soeka dan dengen sagenep hati, lebih lagi kerna sakarang saja ada dipanggil poelang dengen satoe soerat, di mana ada diseboet djoega hal kawinankoe sama anaknja orang bangsawan ijang ternama baik."
,,Satoe hal kawinan ?" kata Franz dengen tertawa.
,,Ja!" sahoet Albert: "Sebab begitoe, kaloe nanti kaoe dateng di Parijs, kaoe nanti dapetken saja ini telah beristri, brangkali djoega telah djadi bapa orang. Tapi di dalem kaädaän apapoen, Toewan Graaf! saja oelang katakoe, bahoewa saja serta sekalian koelawargakoe ada sedia sadja aken berboewat apa-apa bagi goenamoe."
,,Soekoer sekali!" sahoet itoe Graaf; „kerna, dengen sabenarnja katakoe, kaloe saja belon pergi ka Parijs aken boektiken niatankoe, itoelah tida laen sebabnja, hanja melinken sebab belon ada kenalan koe di sana."
,,Tapi Toewankoe!" kata Albert dengen merasa senang; ,,tidakah sebentar djoega kaoe nanti loepaken itoe niatan aken dateng di Parijs?""
,,Tida!" sahoet itoe Graaf; „niatkoe ada tetap sekali.; saja misti dateng di kota itoe."
— ,,Dan kapantah kaoe nanti dateng di sana ?" — ,,Tentoe sekali kaloe kaoe sendiri soedah ada di sana."
— ,,Saja sendiri di dalem tempo ampat belas hari atawa tiga minggoe paling lamanja, saja nanti soedah ada di Parijs."
— ,,Na! Kaloe begitoe saja berdjandji padamoe, ijang di dalem tempo tiga boelan, saja nanti dateng di sana."
— ,,Di dalem tempo tiga boelan, kaoe nanti mengetok pada pintoe roemahkoe? Oh, saja girang sekali!"
— ,,Apa kaoe maoe saja ada sama kaoe pada saban hari dan saban djam? Saja bri ingat padamoe, ijang saja ini seorang amat teritip."
,,Pada saban hari dan saban djam; itoelah saja soeka sekali!"
,,Kaloe begitoe, baiklah !" kata poela Graaf de Monte-Christo sambil mengeloewarken horlodjinja: "Sekarang ada tanggal 21 Februari poekoel sepoeloeh setengah. Saja nanti dateng padamoe di tanggal 21 Mei, poekoel sepoeloeh setengah pagi."
,,Bagoes!" kata Albert: „di itoe waktoe barang santapan tentoe soedah sedia."
— ,,Kaoe beroemah di mana?"
— ,,Roemah nomor 27, di Helderstraat."
— ,,Kaoe beroemah sendiri, dan saja tida nanti djadi halangan satoe apa?"
— ,,Saja beroemah di gedong ajahkoe, tapi di dalem satoe bagian ijang terpisah sendiri, di perkarangan sebelah belakang."
Itoe Graaf memanggoet, laloe mengaloewarken boekoe ketjilnja dan toelis di sitoe: No. 27 Helderstraat, tanggal 21 Mei pagi poekoel sepoeloeh setengah." Kamoedian ija berkata pada Albert: ,,Djangan koewatir, ijang saja tida nanti dateng."
— ,,Apa saja nanti bertemoe lagi padamoe, sebelonnja saja berangkat poelang ?"
— ,,Kapanlah kaoe nanti berangkat?"
— ,,Besok sore pada djam lima."
— ,,Kaloe begitoe, sekaranglah saja misti bilang slamat djalan padamoe. Saja misti pergi ka kota Napels dan sampe di hari Saptoe sore atawa hari Minggoe, baroelah saja nanti dateng kombali di sini. Toewan Baron apa kaoe djoega nanti berangkat?"
— ,,Ja" sahoet Franz.
— "Ka Frankrijk?"
,,Boekan; ka Venetië."
,,Kaloe begitoe, kita-orang tida nanti bertemoe di Parijs?"
,,Brangkali djoega tida."
— ,,Kaloe begitoe, slamat djalan Toewan-toewan!"
— ,,Kaoe berdjandji atas kahormatanmoe," kata poela Albert: ,,No. 27 Helderstraat, tanggal 21 Mei pagi poekoel sepoeloeh stengah."
,,Ja," sahoet itoe Graaf.
Kamoedian Franz dan Albert itoe lantas membri slamat tinggal pada itoe Graaf, dan teroes berlaloe.
Tempo sampe di tempatnja sendiri, Albert berkata pada Franz: ,,Kaoe mengapa ada kelihatan seperti orang ijang ada merasa koerang enak?"
,,Bener sekali; saja mengakoe saja ada merasa koerang enak," sahoet Franz: ,,Itoe Graaf ada satoe manoesia loewar biasa, dan saja ada merasa koewatir aken kaoe poenja pertemoean sama dia, ijang nanti djadi di kota Parijs." ,,Pertemoeänkoe kaoe koewatir ? He! apa kaoe gila, sobat?" kata Albert. ,,Gila atawa tida gila, saja ada merasa begitoe." sahoet Franz.
,,Dengarlah," kata poela Albert: „saja merasa enak, oleh kerna saja boleh beromong-omong padanja, tapi saja ada lihat, ijang kaoe ini senantiasa ada seperti orang ijang tida soeka sama Graaf itoe, sedeng Graaf itoe ada berlakoe manis sekali padamoe. Apa ada perkara ijang tida enak antara kaoe dan dia?"
— ,,Brangkali."
— ,,Apa kaoe soedah taoe bertemoe padanja, sebelonnja kita bertemoe dia di kota ini?"
— ,,Ja."
— ,,Di mana?"
— ,,Apa kaoe berdjandji padakoe, ijang kaoe tida nanti bitjara satoe apa hal ijang saja nanti tjeritaken padamoe?"
— ,,Ja, saja berdjandji begitoe padamoe."
Franz memanggoet, dan laloe tjeritaken hal pelajaran ka poelo Monte-Christo; hal pertemoeannja di sana-sama sekawan soedagar gelap, di antara mana ada djoega pendjahat dari poelo Corsika; hal pertemoeännja sama itoe Graaf; hal kaädaännja goewa di itoe poelo Monte-Christo; hal boeboer hidjo ijang diseboet Hatchis; hal ijá-tidoer di pembaringan bagoes dan djadi sedar di satoe goewa kosong, laloe melihat satoe kapal ketjil ijang djalan menoedjoe ka Porto Vecchio dengen membawa itoe Graaf de Monte-Christo. Kemoedian ija tjerita ijang ija telah lihat Graaf itoe di astana Coliseum, di mana Graaf itoe beromong-omong sama Luigi Vampa dari hal Peppino. Achir-achirnja ija tjeritaken halnja tjoeri; kaoe toch bilang djoega begitoe, saja rasa? Apatah katamoe aken hal koewasanja Graaf itoe di atas itoe orang-orang?"
— ,,Saja nanti bilang, ijang dari sebab kakoewasaännja Graaf itoe telah lepasken dirikoe dari bahaja besar, haroeslah saja tida membentji pada kekoewasaän itoe. Maka kaloe kaoe pandang kekoewasaännja itoe seperti satoe tanda kesalahan saja haroes membri maäf pada kesalahannja Luigi itoe; dia itoepoen, kaloe tida oesah dibilang soedah loepoetken saja dari kabinasaän, haroes ija diseboet djoega soedah loepoetken saja dari keroegiän 4000 piaster atawa 24000) frank.
— ,,Baik; tapi pada tanah manatah Graaf itoe teritoeng ? Bahasa apatah bahasanja? Apatah pentjariannja? Dari manatah datengnja ija poenja kakajaän besar? Bagimana kalakoeän dan perboewatannja di tempo ijang telah laloe? Apatah sebabnja, maka ija kelihatan tida soeka tjampoer orang banjak? — Nah itoelah perkara-perkara ijang saja ingin taoe."
— ,,Sobat! tempo kaoe dapet trima soeratkoe dan ada merasa perloe toeloengannja Graaf itoe, kaoe pergi bilang padanja, bahoewa Albert de Morcerf, sobatmoe, ada terantjam bahaja besar, dan laloe kaoe minta toeloengannja, boekan?"
— ,,Ja."
— ,,Apa ija soedah menanja padamoe:,,Siapa itoe Albert de Morcerf? Dari mana ija dapet nama begitoe? Apa pentjariannja? Di mana ija terlahir ?" — Apa ija ada menanja padamoe begitoe?"
— ,,Tida."
— ,,Nah! dengen tida menanja ini dan itoe, ija dateng minta pertoeloengan pada Graaf itoe aken lepasken Albert dari tangan Luigi.
Albert denger bitjaranja Franz dari awal sampe pada achirnja; kemoedian ija berkata:
„Begimanatah kaoe boleh dapetken ijang koerang baik di dalem segala hal itoe? Itoe Graaf soeka, pergi ka sana-sini dengen ija poenja kapal, dari sebab ija orang kaja. Kaloe kaoe pergi ka Portsmouth dan ka Southampton, kaoe nanti lihat di pelaboehan-pelaboehan di sana banjak kapal poenjanja orang-orang Inggris hartawan ijang soeka berlajar aken senangken hati. Soepaja ada poenja satoe tempat perhentian di dalem pelajaran; dan tida terpaksa makan barang makanan djelek dan tida baik, seperti ijang telah dimakan olehkoe di dalem tempo ampat boelan dan dimakan olehmoe di dalem tempo ampat tahon, dan soepaja tida terpaksa tidoer di pembaringan ijang koerang baik, Graaf itoe soedah diriken roemah di poelo Monte-Christo. Tempo roemah soedah sedia, dan ija koewatir kaloe-kaloe Gouverneur Toskana nanti tida kasih ija tinggal di sitoe, ija beli itoe poelo dan lantas pake djoega namanja poelo itoe seperti nama, gelaran. Ada banjak orang ijang pake gelaran dengen namanja tempat ijang boekan kepoenjaännja."
„Baik," sahoet Franz: „tapi apatah artinja itoe pendjahat pendjahat dari Corsika ijang ada di kapalnja ?"
- „Saja rasa kaoe sendiri ada taoe lebih baik dari lain orang, bahoewa pendjahat-pendjahat dari Corsika itoe boekan pentjoeri atawa begal, hanja orang-orang ijang teroesir dari kota atawa dari desanja. Bergaoelan sama marika itoe, toch tida ternama djelek?"
- „Tapi Luigi Vampa dan rahajatnja itoe begal dan penlepasken saja dari tangannja Luigi Vampa, di mana saja ini maskipoen ada kelihatan tida merasa takoet, tida oeroeng ada merasa djoega koewatir. Sekarang, sobatkoe, djika sesoedahnja menoeloeng saja demikian itoe, ija minta saja djadi pengantarnja berdjalan koeliling di kota Parijs, apa kaoe maoe saja tampik permintaännja itoe ?"
Faranz berdiam sekoetika lamanja, dan laloe berkata: „Ja, sobat! berboewatlah apa kaoe maoe; kerna sekalian omonganmoe ijang baroesan itoe ada patoet dan bener; tapi djoega tida salah, kaloe saja berkata, ijang Graaf itoe ada lain dari orang banjak."
„Itoe Graaf ada seorang baik sekali," kata poela Albert: „ija tida bilang padamoe, boewat apa ija pergi ka Parijs; maksoednja pergi ka sana tida lain melinken boewat dapetken satoe perkara sadja, dan kaloe saja boleh toeroet maoekoe sendiri, tentɔe sekali ija lantas dapet kahendakannja itoe. Sekarang, sobat, marilah kita-orang berdoedoek makan dan minoem."
Pada hari besoknja, poekoel lima di waktoe sore, Albert de Morcerf dan Franz d'Epinay berpisah satoe sama lain: Albert aken poelang ka kota Parijs, dan Franz aken pergi ka Venetie, dimana ija nanti tinggal ampat belas hari lamanja.
Pada sebelonnja naek di kareta, Albert kasihken pada boedjang hotel satoe kaartjis nama ijang misti disampeken pada Graaf de Monte-Christo: di bawahnja nama „Burggraf Albert de Morcerf" di kaartjis itoe, Albert sengadja toelis poelah dengen potlood:
27 Mei, pagi poekoel 10 setengah,
27 Helderstraat.
Njatalah ijang Albert itoe ada koewatir, kaloe-kaloe Graaf de Monte-Christo nanti loepa djandjinja.