Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Yesus Mengajarkan Cerita Lainnya

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Yesus Mengajarkan Cerita Lainnya
oleh Jim Padgett
Film animasi kisah Yesus Mengajarkan Cerita Lainnya menurut Alkitab.
Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.


Yesus Mengajarkan Cerita Lainnya

Yesus menceritakan banyak cerita lain tentang Kerajaan Allah.

Dia berkata: "Kerajaan Allah adalah seperti biji sawi yang ditanam seseorang pria ladangnya.

Ketika itu masih berupa biji, itu merupakan biji terkecil dari semua jenis biji. "

"Tapi saat benih itu sudah tumbuh, benih itu akan menjadi yang terbesar dari semua tanaman di kebun.

Cukup besar sehingga bahkan burung-burung datang dan membuat sarang pada cabang-cabangnya."

Yesus menceritakan cerita yang lain:

"Kerajaan Allah adalah seperti ragi yang dicampurkan seorang perempuan ke dalam adonan roti, sampai menyebar ke seluruh adonan itu."

"Kerajaan Allah juga seperti harta yang terpendam di ladang,

di mana seseorang menemukanya yang kemudian menguburkannya lagi.

Dalam sukacitanya, dia pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu."

"Kerajaan Allah juga seperti seorang pedagang mutiara yang sedang mencari mutiara yang sempurna.

Ketika dia menemukan mutiara yang amat baik,

dia menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Kemudian Yesus menceritakan cerita tentang orang-orang yang percaya,

bahwa amal mereka sendiri dapat menyelamatkan mereka, dan suka menghina orang lain.

"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa.

Salah satunya adalah seorang pemungut cukai, dan lain seorang pemimpin agama.

Pemimpin agama itu berdoa seperti ini:

“Terima kasih Tuhan bahwa aku tidak sama seperti perampok,

pria lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut pajak itu.

Aku berpuasa dua kali setiap minggu,

dan aku memberikan sepuluh persen dari segala yang aku punya."

Tapi pemungut cukai itu berdiri di tempat yang jauh,

bahkan tidak mengangkat matanya ke langit. Melainkan dia memukul dadanya dan berdoa:

"Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini.""

Lalu Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya si pemungut cukai itu yang pulang ke rumah-Nya, diampuni, dan bukan pemimpin agama itu.

Setiap orang yang sombong akan direndahkan.

Tetapi siapa merendahkan dirinya akan ditinggikan."