Alkitab/Seri video animasi/Yesus Disalibkan
Yesus Disalibkan
Kemudian mereka membawa Yesus pergi untuk disalibkan, dengan menyuruh-Nya memikul salib-Nya sendiri.
Mereka sampai ke tempat yang disebut "Tengkorak" dan memaku lengan dan kaki Yesus di kayu salib.
Tetapi Yesus berkata:
"Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."
Pilatus memerintahkan agar orang memasang tanda dia atas kepala Yesus yang berbunyi, "Raja orang Yahudi".
Para tentara melakukan undian untuk membagikan pakaian Yesus.
Ketika mereka melakukan ini, mereka memenuhi nubuatan yang mengatakan:
"Mereka membagi-bagikan pakaianKu di antara mereka, dan melakukan undian untuk pakaianKu."
Yesus disalibkan di antara dua perampok.
Salah satu dari mereka meperolok Yesus, tapi yang lain berkata:
"Apakah kamu tidak takut akan Allah? Kita bersalah, tetapi orang itu tidak bersalah."
"Yesus, ingatlah aku di kerajaanmu."
Yesus berkata kepadanya: "Hari ini, kamu akan bersamaKu di surga."
Kerumunan orang itu dan para pemimpin Yahudi mengejek Yesus, berkata:
"Jika Engkau adalah anak Allah, maka turunlah dari salib itu dan selamatkanlah diriMu! Lalu kami akan percaya KepadaMu. "
Saat itu tengah hari, tetapi kegelapan meliputi seluruh daerah itu.
Keadaan tetap gelap dari tengah hari hingga pukul tiga sore.
Lalu Yesus berseru:
"Sudah selesai! Bapa, Aku menyerahkan nyawaKu ke dalam tanganMu."
Lalu Dia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Ketika Dia meninggal, terjadilah gempa bumi dan tirai besar dari Bait Allah yang memisahkan kehadiran Allah dari orang-orang.
Terbelah dua dari atas hingga ke bawah.
Melalui kematiannya, Yesus membuka jalan bagi orang-orang untuk datang kepada Allah.
Ketika para tentara yang menjaga Yesus melihat segala sesuatu yang terjadi, dia berkata:
"Pasti orang ini tidak bersalah. Dia pasti Anak Allah."
Kemudian Yusuf dan Nikodemus, dua pemimpin Yahudi yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, meminta mayat Yesus kepada Pilatus.
Mereka membungkus tubuh-Nya dengan kain dan dikuburkan dalam sebuah makam yang digali di dinding batu.
Kemudian mereka menutup pintu masuk makam tersebut dengan sebuah batu besar.