Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Yesus Diadili

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Yesus Diadili
oleh Jim Padgett
Film animasi kisah Yesus Diadili menurut Alkitab.
Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.


Yesus Diadili

Saat itu tengah malam.

Para prajurit membawa Yesus ke rumah imam besar untuk diwawancarai.

Petrus mengikuti-Nya jauh di belakang.

Ketika Yesus dibawa ke dalam rumah, Petrus tinggal di luar

dan menghangatkan dirinya di dekat api unggun.

Di dalam rumah, para pemimpin Yahudi mengadili Yesus.

Mereka membawa banyak saksi yang berbohong tentang Dia.

Namun, pernyataan mereka tidak sama satu sama lain

sehingga mereka tidak bisa membuktikan bahwa Ia bersalah.

Yesus tidak mengatakan apa-apa.

Akhirnya, imam besar menatap langsung Yesus dan berkata,

"Beritahukanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah yang hidup?"

Yesus berkata,

"Ya, dan engkau akan melihat Aku duduk bersama Allah dan datang dalam kekuasaan dari surga."

Imam Besar merobek pakaian-Nya dengan marah dan berteriak,

"Kita tidak perlu saksi lagi.

Kalian sendiri telah mendengar Dia mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah.

Apa keputusan kalian?"

Mereka semua menjawab, "Ia harus dihukum mati."

Lalu mereka menutup mata-Nya, meludahi Dia, memukul-Nya, dan mengejek-Nya.

Di luar rumah, seorang gadis melihat Petrus dan berkata,

"Engkau juga bersama dengan Yesus!"

Petrus menyangkalnya.

Kemudian, gadis itu mengatakan hal yang sama, dan Petrus menyangkal lagi.

Akhirnya, orang-orang berkata,

"Engkau bersama dengan Yesus karena kalian berdua berasal dari Galilea."

Petrus bersumpah, katanya,

"Kiranya Allah mengutuk aku kalau aku mengenal Orang itu!"

Dengan segera, ayam jantan berkokok, dan Yesus berpaling dan memandang Petrus.

Petrus pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Sementara itu, ketika Yudas, si pengkhianat, melihat bahwa Yesus telah disalahkan,

ia menjadi sangat sedih dan pergi dan bunuh diri.

Keesokan paginya, para pemimpin Yahudi membawa Yesus kepada Gubernur Romawi, Pilatus,

berharap agar Yesus dibunuh.

Pilatus bertanya, "Apakah Engkau Raja orang Yahudi?"

Yesus menjawab, "Engkau telah mengatakan begitu,

tetapi Kerajaan-Ku bukan kerajaan duniawi.

Kalau kerajaan-Ku dari dunia ini, hamba-Ku akan berjuang untuk-Ku.

Tetapi Aku datang ke bumi untuk menceritakan kebenaran tentang Allah.

Semua orang yang mencintai kebenaran mendengarkan Aku."

Pilatus berkata, "Apakah kebenaran itu?"

Setelah berbicara dengan Yesus, Pilatus pergi ke kerumunan orang itu dan berkata,

"Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini."

Tetapi para pemimpin Yahudi dan orang banyak berteriak, "Salibkan Dia!"

Jawab Pilatus, "Ia tidak bersalah."

Tapi mereka berteriak bahkan lebih keras.

Lalu Pilatus berkata untuk ketiga kalinya, "Dia tidak bersalah!"

Akan tetapi, Pilatus takut apabila kerusuhan terjadi.

Maka dari itu, ia menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.

Para tentara mencambuk Yesus,

mengenakan jubah kerajaan dan mahkota yang terbuat dari duri pada diri-Nya,

dan mereka mengejek Dia, katanya: "Lihat, Raja orang Yahudi!"