Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Stefanus, Filipus dan Pejabat Ethiopia

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Stefanus, Filipus dan Pejabat Ethiopia
oleh Jim Padgett
Film animasi kisah Stefanus, Filipus dan Pejabat Ethiopia menurut Alkitab.
Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.


Stefanus, Filipus dan Pejabat Ethiopia

Stefanus adalah seorang pemimpin dalam Gereja mula-bula.

Dia dikenal sebagai orang yang baik dan penuh dengan Roh Kudus dan hikmat.

Stefanus melakukan banyak mujizat dan menyatakan dengan tegas bahwa orang harus percaya kepada Yesus.

Suatu hari, Stefanus berdebat dengan beberapa orang Yahudi tentang Yesus.

Mereka menjadi sangat marah dan berbohong tentang Stefanus.

Mereka mengatakan: "Kami mendengar dia mengatakan hal-hal yang jahat tentang Musa dan Allah!"

Jadi orang-orang menangkap Stefanus dan membawanya menghadap imam besar dan pemimpin orang Yahudi.

Imam Besar itu bertanya kepada Stefanus:

“Apakah hal yang dituduhkan ini benar?”

Stefanus menjawab, “Kamu orang keras kepala dan pemberontak selalu menolak Roh Kudus,

sama seperti nenek moyang kamu selalu menolak Allah dan membunuh para nabi-Nya.

Kamu bahkan telah membunuh Mesias yang diutus Allah!”

Ketika orang-orang mendengar hal itu, mereka menutup telinga mereka dan berteriak keras.

Mereka menyeret Stefanus ke luar kota dan melemparinya dengan batu sampai mati.

Saat dia sedang sekarat Stefanus berseru:

“Tuhan Yesus, terimalah rohku.”

Lalu dia berlutut dan berseru lagi:

“Tuhan, janganlah memperhitungkan dosa ini terhadap mereka.” Lalu dia meninggal.

Seorang pria bernama Saulus menyetujui hukuman mati Stefanus dan menjaga barang-barang milik mereka yang melempari Stefanus.

Hari itu banyak orang menyerang orang-orang Kristen, dan mereka tercerai-berai ke seluruh wilayah itu.

Suatu hari, seorang malaikat Tuhan bicara pada Filipus,

salah seorang murid Yesus, untuk pergi ke padang gurun di jalan menuju Gaza.

Saat ia berjalan sepanjang jalan, Filipus melihat seorang pejabat penting dari Ethiopia duduk di keretanya.

Roh Kudus menyuruh Filipus untuk pergi dan berbicara dengan orang ini.

Ketika ia sampai di dekat kereta itu, dia mendengar orang itu membaca dari kitab Nabi Yesaya,

“Dia dibawa seperti anak domba untuk dibunuh, dan Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Dia diperlakukan tidak adil dan tanpa rasa hormat. Hidupnya diambil daripadanya.”

Filipus bertanya kepada orang Ethiopia itu:

"Apakah engkau memahami apa yang engkau baca?"

Dia berkata: "Tidak. Apakah Yesaya berbicara tentang dirinya atau orang lain?"

Filipus menunjukkan kepadanya bahwa Yesaya berbicara tentang Yesus.

Filipus juga memakai banyak ayat Alkitab yang lain untuk menceritakan Kabar Baik tentang Yesus.

Ketika mereka melewati tempat yang airnya,

orang Ethiopia itu mengatakan:

"Lihatlah! Itu ada air! Mengapa saya tidak bisa dibaptis?"

Dan dia memerintahkan kereta itu berhenti.

Lalu turunlah mereka ke dalam air, dan Filipus membaptis orang dia.

Setelah Filipus membaptis orang Etiopia itu, Roh Kudus membawa Filipus pergi ke tempat lain di mana dia melanjutkan memberitahu orang-orang tentang Yesus.

Orang Ethiopia itu melanjutkan perjalanannya.

Dia senang karena sudah mengenal Yesus.