Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Perjanjian Allah dengan Daud

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Perjanjian Allah dengan Daud
oleh Jim Padgett

Film animasi tentang perjanjian Allah dengan Daud menurut Alkitab.

Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.

Perjanjian Allah dengan Daud

Saul adalah raja pertama orang Israel.

Dia tinggi dan tampan, sebagaimana yang

diinginkan orang-orang Israel.

Pada awalnya Saul melakukan tugasnya dengan

baik, tetapi ia menjadi orang fasik yang

tidak taat kepada Allah

sehingga Allah memilih orang yang berbeda

untuk menjadi raja menggantikan dia.

Nama orang itu adalah Daud.

Dia adalah seorang gembala.

Sambil menjaga domba,

Daud telah membunuh seekor singa dan

seekor beruang yang telah menyerang

domba-dombanya.

Daud juga seorang yang rendah hati dan

benar, yang tepercaya dan menaati Allah.

Daud juga seorang prajurit dan pemimpin

yang hebat.

Ketika Daud masih muda,

ia berperang melawan raksasa

bernama Goliat.

Goliat adalah seorang prajurit terlatih,

sangat kuat, dan hampir tiga meter!

Tapi Allah membantu Daud membunuh Goliat

dan menyelamatkan orang Israel.

Saul menjadi iri hati kepada Daud

dan berkali-kali mencoba untuk membunuhnya.

Suatu hari Saul sedang mencari Daud

supaya dia bisa membunuhnya.

Saul masuk ke gua yang sama

di mana Daud bersembunyi.

Alih-alih membunuh Saul,

Daud memotong sepotong pakaiannya untuk

membuktikan kepadanya bahwa dia tidak akan

membunuh Saul untuk menjadi raja.

Akhirnya,

Saul tewas dalam pertempuran,

dan Daud menjadi raja Israel.

Dia adalah seorang raja yang baik,

dan orang-orang mencintainya.

Allah memberkati Daud

dan membuatnya berhasil.

Daud bertempur dalam banyak pertempuran

dan Allah memberinya kemenangan.

Daud menaklukkan Yerusalem dan membuatnya

menjadi ibu kota kerajaannya.

Selama pemerintahan Daud,

Israel menjadi kuat dan kaya.

Daud ingin membangun Bait Allah

di mana semua orang bisa menyembah Allah

dan memberikan kurban kepada-Nya.

Selama sekitar 400 tahun,

orang-orang telah menyembah Allah dan

mempersembahkan kurban kepada-Nya di

Kemah Pertemuan yang telah dibangun Musa.

Allah mengutus nabi Natan kepada Daud

dengan pesan ini, "Karena engkau adalah

orang yang suka berperang,

engkau tidak akan membangun rumahKu ini;

anakmu yang akan membangunnya.

Tetapi, Aku akan sangat memberkati engkau.

Seorang dari keluargamu akan selalu duduk

Daud bangun dari tidur siang

Dan Mesias akan menjadi

salah satu keturunanmu!"

Mesias adalah Pilihan Allah yang akan

menyelamatkan dunia dari dosa.

Ketika Daud mendengar kata-kata ini,

dia langsung mengucapkan terima kasih dan

memuji Allah karena Dia telah menjanjikan

Daud kehormatan besar dan banyak berkat.

Bangsa Israel harus menunggu lama

sebelum Mesias datang,

hampir seribu tahun.

Daud memerintah dengan adil dan setia

selama bertahun-tahun,

dan Allah memberkatinya.

Namun, menjelang akhir hidupnya,

ia berbuat dosa besar di hadapan Allah.

Suatu hari,

ketika semua prajuritnya pergi bertempur,

Daud bangun dari tidur siang

dan melihat seorang wanita cantik mandi.

Namanya Batsyeba.

Bukannya berpaling,

Daud menyuruh seseorang untuk

membawa wanita itu kepadanya.

Dia tidur dengan dia

dan menyuruhnya pulang.

Beberapa waktu kemudian,

Batsyeba mengirim pesan kepada Daud

mengatakan bahwa dia hamil.

Suaminya, Uria,

adalah salah satu prajurit terbaik Daud.

Daud memanggil Uria kembali dari

pertempuran dan menyuruhnya pergi

kepada istrinya.

Tapi Uria menolak untuk pulang sementara

tentara yang lain sedang bertempur.

Lalu Daud menyuruh Uria kembali ke

pertempuran dan menyuruh dia ditempatkan

di mana musuh paling kuat

sehingga dia akan dibunuh.

Setelah Uria terbunuh,

Daud menikahi Batsyeba.

Kemudian, Betsyeba

melahirkan seorang putra.

Allah tidak senang dengan apa yang telah

dilakukan Daud, sehingga Dia mengutus

nabi Natan kepada Daud

untuk menunjukkan dosanya.

Daud bertobat dari dosa-dosanya

dan Allah mengampuninya.

Selama sisa hidupnya,

Daud percaya kepada Allah,

bahkan dalam masa-masa sulit.

Tapi sebagai hukuman atas dosanya,

bayi laki-laki Daud mati.

Juga ada pertengkaran dalam

keluarga Daud selama sisa hidupnya,

dan kekuasaan Daud menjadi sangat lemah.

Meskipun Daud tidak setia kepada Allah,

Allah masih setia pada janji-janji-Nya.

Batsyeba melahirkan anak lain

bernama Salomo.