Alkitab/Seri video animasi/Perjanjian Allah dengan Bangsa Israel
Perjanjian Allah dengan Bangsa Israel
Setelah Allah memimpin bangsa Israel
Laut Merah, Dia memimpin mereka melalui
padang gurun ke gunung yang disebut
Gunung Sinai. Orang-orang mendirikan tenda²
mereka di kaki gunung itu.
Allah berkata kepada Musa dan orang²
Israel, "Jika Kamu menaati perkataan-Ku
dan berpegang teguh pada perjanjian-Ku,
kamu akan menjadi milik-Ku yang berharga,
sebuah kerajaan imam²,
dan bangsa yang kudus."
Tiga hari kemudian, setelah orang² telah
mempersiapkan diri,
Allah turun ke puncak Gunung Sinai dengan
guntur, petir, asap, dan suara terompet
yang keras. Hanya Musa yang diizinkan
untuk naik ke gunung.
Kemudian Allah membuat perjanjian dengan
mereka dan berkata, Akulah TUHAN,
Allahmu, yang menyelamatkanmu dari
perbudakan di Mesir.
Jangan menyembah allah lain.
Jangan membuat berhala atau menyembahnya,
karena Aku, TUHAN, Allahmu,
adalah Allah yang pencemburu.
Jangan menyebut nama Allah
dengan cara yang tidak baik.
Ingatlah untuk menjaga
kekudusan hari Sabat. Lakukanlah semua
pekerjaanmu dalam enam hari,
karena hari yang ketujuh adalah hari
istirahat untuk mengingat TUHAN.
Hormatilah ayahmu dan ibumu.
Jangan membunuh. Jangan berzinah.
Jangan mencuri. Jangan berbohong.
Jangan berharap untuk memiliki istri
sesamamu, rumahnya,
atau apa pun yang dimilikinya.
Kemudian Allah menulis Sepuluh Perintah
Allah ini pada dua lempengan batu
dan memberikannya kepada Musa.
Allah juga memberikan banyak hukum dan
aturan untuk diikuti.
Jika orang² mematuhi hukum² ini,
Allah berjanji bahwa Dia akan memberkati
dan melindungi mereka.
Jika mereka tidak menaati hukum² itu,
Allah akan menghukum mereka.
Allah memberikan kepada bangsa Israel
penjelasan rinci tentang sebuah kemah
yang Dia inginkan untuk mereka buat.
Itu disebut Kemah Pertemuan.
Kemah Pertemuan memiliki dua kamar,
dipisahkan oleh tirai besar.
Tidak ada yang bisa memasuki ruangan
di balik tirai kecuali imam besar,
karena Allah tinggal di sana.
Setiap orang yang melanggar hukum Allah
bisa membawa binatang ke dalam Kemah
Pertemuan untuk mempersembahkan korban
kepada Allah.
Seorang imam akan menyembelih hewan yang
dibawa dan membakarnya di atas mezbah.
Darah korban menutupi dosa seseorang dan
membuat mereka bersih menurut
pandangan Allah.
Allah memilih Harun, saudara Musa,
dan keturunannya menjadi imam-Nya.
Orang² semua setuju untuk mematuhi hukum
yang telah diberikan Allah kepada mereka,
untuk hanya menyembah Allah saja, bukan
allah lainnya,
dan menjadi orang² khusus-Nya.
Tapi tidak lama setelah mereka berjanji
untuk taat kepada Allah,
mereka berdosa dengan sangat jahat.
Selama beberapa hari,
Musa berada di puncak Gunung Sinai
berbicara dengan Allah.
Orang² menjadi lelah menunggunya kembali.
Jadi, mereka membawa emas kepada Harun dan
memintanya membuat berhala untuk mereka!
Harun membuat berhala emas
dalam bentuk anak sapi.
Orang² mulai gila-gilaan menyembah dan
memberikan kurban untuk berhala itu!
Allah sangat marah dengan dosa mereka
dan berencana untuk membinasakan mereka.
Tetapi Musa berdoa untuk mereka,
dan Allah mendengarkan doanya
dan tidak jadi membinasakan mereka.
Ketika Musa turun dari gunung dan melihat
berhala itu, ia sangat marah
sehingga ia memecahkan lempengan batu di
mana Allah telah menulis Sepuluh
Perintah Allah.
Lalu ia menghancurkan berhala itu sampai
sampai menjadi bubuk,
melemparkan bubuk itu ke dalam air,
dan memaksa orang-orang minum air itu.
Allah mendatangkan wabah penyakit kepada
orang² itu dan banyak dari mereka yang
meninggal.
Lalu Musa mendaki gunung lagi dan berdoa
agar Allah mengampuni orang² itu.
agar Allah mengampuni orang² itu.
dan mengampuni mereka.
Musa menulis Sepuluh Perintah Allah pada
lempengan² batu yang baru untuk
menggantikan yang telah dihancurkannya.
Kemudian Allah memimpin bangsa Israel dari
Gunung Sinai menuju Tanah yang Dijanjikan.