Alkitab/Seri video animasi/Perjanjian Allah dengan Abraham
Perjanjian Allah dengan Abraham.
Bertahun-tahun setelah air bah, bertambah lagi jumlah manusia di dunia,
dan mereka semua berbicara dengan bahasa yang sama.
Tetapi orang-orang itu tidak taat kepada Allah.
Bukannya beranak-cucu dan memenuhi bumi,
mereka berkumpul bersama dan membangun sebuah kota.
Mereka sangat bangga, dan mereka tidak peduli dengan apa yang dikatakan Allah.
Mereka membuat menara yang sangat tinggi untuk mencapai surga.
Allah melihat bahwa kalau mereka terus bekerja sama,
mereka bisa melakukan banyak hal yang jahat.
Jadi, Dia mengubah bahasa mereka menjadi banyak bahasa dan menyerahkan mereka ke seluruh dunia.
Kota yang mereka buat disebut Babel, yang berarti "kebingungan."
Ratusan tahun kemudian,
Allah berbicara kepada seorang yang bernama Abram.
Allah mengatakan kepadanya,
"Pergilah, tinggalkan negeri ini bersama keluargamu dan pergilah ke tempat yang akan Kutunjukkan kepadamu.
Aku akan memberkatimu dan membuat engkau menjadi sebuah bangsa.
Aku akan membuat namamu besar.
Aku akan memberkati orang yang memberkatimu dan mengutuk orang yang mengutuk engkau.
Melalui engkau semua keluarga di bumi akan diberkati.
Maka Abram menaatinya.
Dia pergi membawa istrinya, Sarai, dan semua pembantunya dan kawanan ternaknya,
Dia pergi membawa istrinya, Sarai, dan semua pembantunya dan kawanan ternaknya,
Ketika Abram sampai di Kanaan, Allah berkata,
"Lihatlah sekelilingmu.
Aku akan memberikan engkau dan keturunanmu, sebagai warisan, semua daratan yang engkau bisa lihat."
Kemudian, Abram tinggal di tanah itu.
Suatu hari, Abram bertemu Melkizedek, seorang pendeta Allah Mahatinggi.
Melkizedek memberkati Abram dan berkata,
"Biarlah Allah Yang Mahatinggi yang mempunyai surga dan bumi memberkati Abram."
Kemudian, Abram memberi Melkizedek sepersepuluh dari segala yang dia punya.
Banyak tahun berlalu, tetapi Abram dan Sarai masih tidak memiliki seorang anak laki-laki.
Allah berkata kepada Abram dan berjanji lagi bahwa Abram akan memiliki seorang anak
dan keturunan sebanyak bintang di langit.
Abram mempercayai janji Allah.
Allah lalu menyatakan bahwa Abram adalah orang benar
karena dia percaya janji Allah.
Kemudian, Allah membuat suatu perjanjian dengan Abram.
Allah berkata,
"Aku akan memberi engkau seorang anak dari tubuhmu sendiri.
Aku memberikan tanah Kanaan kepada keturunanmu."
Tetapi, Abram masih belum memiliki anak laki-laki.