Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Pembuangan dan Kembalinya Orang Israel

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Pembuangan dan Kembalinya Orang Israel
oleh Jim Padgett

Film animasi kisah pembuangan dan kembalinya orang Israel.

Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.

Pembuangan dan Kembalinya Orang Israel

Bangsa Israel dan bangsa Yehuda

keduanya berdosa terhadap Allah.

Mereka melanggar Perjanjian yang Allah buat

dengan mereka di Gunung Sinai.

Allah mengutus para nabi-Nya untuk

memperingatkan mereka agar bertobat

dan menyembah-Nya lagi,

tetapi mereka tidak mau mendengarkan.

Jadi, Allah menghukum kedua bangsa itu

dengan membiarkan mereka dihancurkan.

Israel dihancurkan oleh Kekaisaran Asyur,

bangsa yang kuat dan kejam.

Orang-orang Asyur membunuh

banyak orang Israel,

mengambil segala sesuatu yang berharga,

dan membakar banyak wilayah di negeri itu.

Orang-orang Asyur mengumpulkan

semua pemimpin, orang-orang kaya,

dan orang-orang yang mempunyai keahlian

dan membawa mereka ke Asyur.

Hanya orang-orang Israel yang sangat miskin

yang tidak terbunuh,

tetap tinggal di Israel.

Kemudian, orang-orang Asyur membawa

orang-orang asing untuk tinggal di Israel.

Orang-orang asing itu membangun kembali

kota-kota yang hancur dan

menikahi orang Israel

yang tertinggal di sana.

Keturunan mereka disebut orang Samaria.

Orang-orang di kerajaan Yehuda melihat

bagaimana Allah telah menghukum kerajaan

Israel karena tidak percaya

dan menaati-Nya.

Tapi mereka masih menyembah berhala

dan dewa-dewa orang Kanaan.

Allah mengutus para nabi untuk

memperingatkan mereka,

tetapi mereka tidak mau mendengarkan.

Kira-kira 100 tahun setelah orang-orang

Asyur menghancurkan Israel,

Allah mengirimkan Nebukadnezar, raja Babel,

untuk menyerang negeri Yehuda.

Babel adalah sebuah kerajaan yang kuat.

Raja Yehuda setuju untuk menjadi hamba

Nebukadnezar dan membayar upeti

yang besar setiap tahun.

Tapi tidak lama kemudian, orang-orang

Yehuda memberontak terhadap Babel.

Jadi, orang-orang Babel datang kembali

dan menyerang mereka.

Mereka merebut kota Yerusalem,

menghancurkan Bait Allah,

dan mengambil semua barang berharga

dari Bait Allah.

Untuk menghukum raja Yehuda

karena pemberontakannya,

tentara Nebukadnezar membunuh anak-anak

raja di depannya dan

kemudian membuatnya buta.

Setelah itu, mereka membawa raja

untuk dipenjarakan sampai mati di Babel.

Nebukadnezar dan pasukannya membawa semua

orang Yehuda ke Babel,

hanya menyisakan orang-orang yang termiskin

tinggal di Yehuda untuk menanam ladang.

Peristiwa ini disebut sebagai Pembuangan.

Walaupun Pembuangan merupakan hukuman

atas dosa mereka,

Allah tidak melupakan umat-Nya

atau janji-Nya.

Allah mengawasi umat-Nya dan

berbicara kepada mereka

melalui para nabi-Nya.

Dia berjanji bahwa,

setelah tujuh puluh tahun,

mereka akan kembali ke

Tanah Perjanjian lagi.

Kira-kira tujuh puluh tahun kemudian,

Koresh, raja Persia, mengalahkan Babel.

Orang-orang Persia adalah orang-orang

yang kuat, tapi penyayang.

Orang-orang Israel saat itu disebut orang

Yahudi dan sebagian besar dari mereka telah

tinggal di Babel seumur hidup mereka.

Hanya beberapa orang Yahudi yang sangat tua

yang masih ingat tanah Yehuda.

Tak lama setelah Koresh berkuasa,

dia melakukan sesuatu yang belum pernah

dilakukan sebelumnya dalam sejarah.

Dia memberi perintah bahwa setiap orang

Yahudi yang ingin kembali ke Yehuda,

bisa pergi.

Dia bahkan memberi mereka uang untuk

membangun kembali Bait Allah!

Setelah tujuh puluh tahun di pengasingan,

sekelompok kecil orang-orang Yahudi

kembali ke Yerusalem.

Ketika mereka tiba,

mereka membangun kembali Bait Allah dan

tembok sekeliling kota Yerusalem.

Meskipun mereka masih diperintah oleh orang

lain, mereka tinggal di Tanah Perjanjian

lagi dan menyembah di Bait Allah.