Alkitab/Seri video animasi/Kisah Bapa yang Pengasih
Kisah Bapa yang Pengasih
Suatu hari, Yesus mengajar banyak pemungut cukai dan orang berdosa yang bersama-Nya.
Para pemimpin agama menggerutu karena Yesus memperlakukan orang-orang itu sebagai teman.
Jadi, Yesus menceritakan kisah ini.
"Ada seorang pria yang memiliki dua anak laki-laki.
Anak bungsu mengatakan kepada ayahnya, 'Ayah, Aku ingin warisanku sekarang!'
Jadi, ayah itu membagi hartanya kepada kedua anaknya.
Segera anak bungsu mengumpulkan semua yang dimilikinya dan pergi ke tempat yang jauh
dan menghambur-hamburkan uangnya dalam kehidupan yang penuh dosa.
Pada saat itu terjadilah kelaparan yang besar di daerah tersebut,
dan dia tidak punya uang untuk membeli makanan.
Maka dia menerima satu-satunya pekerjaan yang bisa dia temukan, yaitu memberi makan babi.
Dia begitu sengsara dan lapar sampai dia ingin memakan makanan babi itu.
Akhirnya, anak bungsu itu berkata pada dirinya sendiri,
'Apa yang sedang saya lakukan?
Semua hamba ayahku memiliki banyak makanan, namun di sini aku kelaparan.
Aku akan kembali kepada ayahku dan meminta untuk menjadi salah satu hambanya.'
Sementara anak bungsu itu masih berada di tempat yang jauh, ayahnya melihatnya dan merasa kasihan padanya.
Ia berlari kepada anaknya dan memeluknya lalu menciumnya.
Kata si anak bungsu, 'Bapak, aku telah berdosa terhadap Allah dan terhadap engkau.
Aku tidak layak menjadi anakmu. Biarkan aku menjadi hambamu saja.'
Tapi ayahnya mengatakan pada salah seorang hambanya, 'Pergilah cepat!
Bawa pakaian terbaik dan pakaikan pada anakku!
Pasangkan cincin di jarinya dan pasangkan sandal di kakinya.
Kemudian, sembelihlah lembu terbaik sehingga kita dapat berpesta karena anakku telah mati, tetapi sekarang dia hidup!
Ia hilang, tetapi sekarang dia ditemukan!'
Dan mulailah mereka bersukaria.
Tak lama, anak sulung pun pulang dari pekerjaan di kebun.
Ia mendengar musik dan melihat orang menari dan bertanya-tanya apa yang terjadi.
Ketika dia mengetahui bahwa ada pesta karena adiknya sudah pulang,
dia sangat marah dan tidak mau masuk ke dalam rumah.
Lalu, ayahnya keluar dan memintanya untuk ikut berpesta, tetapi dia menolak.
Ia berkata, 'Selama ini saya telah sangat setia bekerja untuk Bapak.
Aku tidak pernah tidak mematuhi Bapak,
tetapi Bapak bahkan tidak memberi saya seekor kambing kecil supaya aku bisa berpesta dengan teman-temanku.
Tetapi saat anak Bapak ini membuang-buang uangmu untuk perbuatan dosa, Bapak menyembelih lembu terbaik untuk dia!'
Jawab sang bapak,
'Anakku, engkau selalu bersamaku, dan segala sesuatu yang kumiliki adalah milikmu.
Tetapi kita layak untuk merayakannya, karena adikmu telah mati, tetapi sekarang hidup.
Ia hilang, tetapi sekarang ditemukan!'"