Alkitab/Seri video animasi/Kelahiran Yohanes Pembaptis
Kelahiran Yohanes Pembaptis
Lebih dari 400 tahun setelah nabi terakhir berbicara kepada orang-orang Yahudi,
seorang malaikat muncul kepada seorang imam tua bernama Zakharia.
Ia adalah seorang pria yang saleh, tapi istrinya, Elizabet, tidak bisa punya anak.
Kehidupan Zakharia dan istrinya menyenangkan hati Allah karena mereka selalu hidup benar menurut kemauan Allah,
yaitu selalu menaati semua perintah dan peraturan Tuhan tanpa kesalahan.
Tetapi mereka tidak mempunyai anak karena Elizabet mandul dan mereka juga sudah sangat tua.
Malaikat itu berkata kepada Zakharia,
"Istrimu akan melahirkan seorang anak laki-laki.
engkau harus menamai Dia Yohanes.
Ia akan menjadi nabi besar yang datang sebelum Mesias!"
Zakharia menjawab,
"Saya dan istri saya terlalu tua untuk memiliki anak!
Bagaimana saya tahu ini akan terjadi?"
Pada suatu hari ketika kelompok Abia mendapat giliran untuk melayani di Rumah Allah.
Zakharia menjalankan tugasnya sebagai imam di hadapan Allah.
Dan seperti kebiasaan para imam,
mereka membuang undi untuk mengetahui siapa yang akan membakar kemenyan di bagian Rumah Allah yang bernama Ruang Kudus.
Dan ternyata Zakharia yang terpilih untuk tugas itu.
Lalu, tiba-tiba dia melihat malaikat berdiri di sebelah kanan mezbah
yang adalah tempat untuk membakar menyan.
Ketika Zakharia melihat malaikat itu, ia terkejut dan takut sekali.
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya,
"Jangan takut, Zakharia!"
Allah sudah mendengar doamu.
Istrimu, Elizabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu.
Hendaklah kamu menamakan dia Yohanes.
Kamu akan bergembira dan bahagia karena anakmu itu,
dan banyak orang juga akan turut bergembira karena kelahirannya."
Malaikat itu menjawab,
"Aku diutus oleh Allah untuk menyampaikan kabar baik ini.
Karena engkau tidak mempercayai aku, engkau tidak akan dapat berbicara sampai anak lahir."
Saat itu juga Zakharia tidak mampu berbicara, lalu malaikat itu pergi.
Zakharia kembali ke rumah, dan istrinya hamil.
Dan malaikat itu menjawab,
"Nama saya Gabriel, saya selalu berdiri di hadapan Allah dan selalu siap membawa berita-Nya.
Ialah yang menyuruh saya untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
Dengarlah. Apa yang sudah saya sampaikan kepadamu pasti akan terjadi pada waktunya.
Tetapi, karena kamu tidak percaya kata-kata saya
maka kamu akan menjadi bisu dan tidak dapat berbicara sampai pada saat semua ini menjadi kenyataan."
Ketika Elizabet sedang hamil enam bulan,
malaikat yang sama menampak dirinya kepada sanak Elizabet yang bernama Maria.
Ia masih perawan dan bertunangan dengan seorang pria bernama Yusuf.
Malaikat itu berkata,
"Kamu akan hamil dan melahirkan anak laki-laki.
Kamu harus menamai Dia Yesus.
Ia akan menjadi Mesias!"
Ketika Elizabet hamil enam bulan, Allah mengutus malaikat Gabriel kepada seorang perawan muda bernama Maria
yang tinggal di kota Nazaret, di provinsi Galilea.
Maria bertunangan dengan Yusuf, seorang keturunan Daud.
Lalu, malaikat itu berkata lagi kepadanya,
"Jangan takut, Maria! Allah sangat baik hati kepadamu."
Dengarkanlah, kamu akan hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Hendaklah kamu menamakan Dia Yesus.
Ia akan menjadi Orang agung dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi."
Maria menjawab,
"Bagaimana ini bisa terjadi karena aku seorang perawan?"
Malaikat itu menjelaskan,
"Roh Kudus akan datang atas kamu, dan kamu akan hamil.
Jadi, anak kamu akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi."
Dan Maria percaya dengan apa yang dikatakan malaikat-Nya.
Lalu Maria berkata kepada malaikat itu,
"Wah, bagaimana mungkin semua hal ini akan terjadi? Karena saya belum penah kawin?"
Dan malaikat itu menjawab,
"Roh Kudus akan datang kepadamu dan Kuasa Yang Mahatinggi akan datang ke atas kamu
sehingga Anak kudus yang kamu lahirkan itu akan disebut Anak Allah."
Tak lama setelah itu Maria pergi dan mengunjungi Elizabet.
Begitu Elizabet mendengar salam Maria, bayi Elizabet melonjak dalam dirinya.
Kedua perempuan itu bersukacita bersama-sama tentang apa yang telah Allah lakukan bagi mereka.
Setelah berkunjung selama tiga bulan, Maria kembali ke rumah.
Tak lama kemudian, dengan buru-buru Maria bersiap-siap dan pergi ke sebuah desa di daerah pegunungan, di provinsi Yudea
untuk mengunjungi Elizabet dan Zakharia.
Ketika Maria memasuki rumah mereka, dia mengucapkan salam kepada Elizabet.
Ketika Elizabet mendengar salam dari Maria itu,
anak dalam kandungan Elizabet menendang-nendang kesenangan.
Maria tinggal bersama Elizabet kira-kira tiga bulan lamanya, lalu ia pulang ke Nazaret.
Setelah Elizabet melahirkan bayi laki-lakinya, mereka menamainya Yohanes seperti yang diperintahkan malaikat.
Kemudian Allah mengizinkan Zakharia untuk berbicara lagi.
Ia berkata, "Terpujilah Allah karena Allah telah mengingat umat-Nya!
Kamu, Anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi!
Kamu akan mempersiapkan jalan bagi Mesias!"
Ketika sudah cukup bulannya, Elizabet melahirkan.
Ia melahirkan seorang anak laki-laki,
dan saat itu juga Zakharia dapat berbicara kembali, dan dia mulai memuji Allah.
"Dan tentang kamu, Anak kecilku. Kamu akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi dan kamu akan mendahului Tuhan mempersiapkan segala sesuatu untuk pemerintahan-Nya."