Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Anak yang Dijanjikan

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Anak yang Dijanjikan
oleh Jim Padgett
Film animasi kisah Allah menjanjikan seorang anak kepada Abraham menurut Alkitab.
Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.


Anak yang Dijanjikan

Sepuluh tahun setelah Abram dan Sarai tiba

di tanah Kanaan, mereka masih belum

memiliki anak.

Jadi, Sarai, istri Abram,

berkata kepadanya,

"Karena Tuhan belum memperbolehkan aku

untuk mengandung dan sekarang aku sudah

terlalu tua untuk mengandung,

ambillah hambaku Hagar

dan nikahilah dia juga sehingga dia bisa

mengandung anak untukku."

Maka Abram menikahi Hagar.

Hagar melahirkan seorang anak laki-laki,

dan Abram menamainya Ismail.

Tetapi Sarai cemburu terhadap Hagar.

Waktu Ismail berumur tigabelas tahun,

Allah berbicara lagi kepada Abram.

Allah berkata,

"Akulah Tuhan Yang Mahakuasa.

Aku akan membuat perjanjian dengan engkau."

Kemudian Abram bersujud sampai tanah.

Allah lalu memberi tahu Abram,

"Engkau akan menjadi bapa banyak bangsa.

Aku akan memberimu dan keturunanmu tanah

Kanaan sebagai kepunyaan dan Aku akan

menjadi Allah mereka selamanya.

Engkau harus menyunat setiap laki-laki

di dalam keluargamu.

Istrimu, Sarai, akan mempunyai

seorang anak laki-laki,

ia akan menjadi anak yang dijanjikan.

Namailah dia Ishak.

Aku akan membuat perjanjian dengannya,

dan ia akan menjadi bangsa yang besar.

Aku akan membuat Ismail besar juga,

tetapi perjanjianku adalah dengan Ishak."

Kemudian Allah mengubah nama Abram menjadi

Abraham, yang berarti "bapa banyak orang".

Allah juga mengubah nama Sarai menjadi

Sara, yang berarti "putri."

Hari itu juga Abraham menyunat

setiap laki-laki di rumahnya.

Sekitar setahun kemudian,

ketika Abraham berumur 100 tahun

dan Sara 90 tahun,

Sara melahirkan anak laki-laki.

Mereka menamainya Ishak,

sesuai apa yang dikatakan Allah.

Sesudah Ishak bertumbuh menjadi pemuda,

Allah menguji iman Abraham dengan berkata,

"Ambillah Ishak, anakmu satu-satunya,

dan korbankanlah dia

menjadi persembahan bagi-Ku."

Abraham menuruti perintah Allah dan

bersiap-siap untuk mengorbankan anaknya.

Sewaktu Abraham dan Ishak berjalan menuju

tempat persembahan, Ishak bertanya,

"Ayah, kita mempunyai kayu untuk

persembahan, tetapi di manakah dombanya?"

Abraham menjawab, "Anakku,

Allah akan menyediakan domba

untuk persembahan."

Ketika mereka sampai ke tempat persembahan,

Abraham mengikat Ishak, anaknya,

dan membaringkan dia di sebuah mezbah.

Tetapi sewaktu dia hendak membunuh anaknya,

Allah berkata,

"Berhenti! Jangan lukai anak itu!

Sekarang Aku tahu bahwa engkau takut

kepada-Ku karena engkau tidak

menyembunyikan anakmu dari-Ku."

Kemudian Abraham melihat seekor kambing

yang terjerat di semak-semak di dekat situ.

Allah telah menyediakan kambing itu

sebagai korban persembahan ganti Ishak.

Abraham dengan senang hati mempersembahkan

kambing itu sebagai persembahan.

Kemudian Allah berkata kepada Abraham,

"Karena engkau bersedia

memberikan-Ku segalanya,

bahkan anakmu satu-satunya,

Aku berjanji untuk memberkati engkau.

Keturunanmu akan menjadi lebih banyak

dari bintang-bintang di langit.

Karena engkau menuruti perintah-Ku,

semua keluarga di dunia

akan diberkati melalui keluargamu."