Alkitab/Seri video animasi/Anak yang Dijanjikan
Anak yang Dijanjikan
Sepuluh tahun setelah Abram dan Sarai tiba
di tanah Kanaan, mereka masih belum
memiliki anak.
Jadi, Sarai, istri Abram,
berkata kepadanya,
"Karena Tuhan belum memperbolehkan aku
untuk mengandung dan sekarang aku sudah
terlalu tua untuk mengandung,
ambillah hambaku Hagar
dan nikahilah dia juga sehingga dia bisa
mengandung anak untukku."
Maka Abram menikahi Hagar.
Hagar melahirkan seorang anak laki-laki,
dan Abram menamainya Ismail.
Tetapi Sarai cemburu terhadap Hagar.
Waktu Ismail berumur tigabelas tahun,
Allah berbicara lagi kepada Abram.
Allah berkata,
"Akulah Tuhan Yang Mahakuasa.
Aku akan membuat perjanjian dengan engkau."
Kemudian Abram bersujud sampai tanah.
Allah lalu memberi tahu Abram,
"Engkau akan menjadi bapa banyak bangsa.
Aku akan memberimu dan keturunanmu tanah
Kanaan sebagai kepunyaan dan Aku akan
menjadi Allah mereka selamanya.
Engkau harus menyunat setiap laki-laki
di dalam keluargamu.
Istrimu, Sarai, akan mempunyai
seorang anak laki-laki,
ia akan menjadi anak yang dijanjikan.
Namailah dia Ishak.
Aku akan membuat perjanjian dengannya,
dan ia akan menjadi bangsa yang besar.
Aku akan membuat Ismail besar juga,
tetapi perjanjianku adalah dengan Ishak."
Kemudian Allah mengubah nama Abram menjadi
Abraham, yang berarti "bapa banyak orang".
Allah juga mengubah nama Sarai menjadi
Sara, yang berarti "putri."
Hari itu juga Abraham menyunat
setiap laki-laki di rumahnya.
Sekitar setahun kemudian,
ketika Abraham berumur 100 tahun
dan Sara 90 tahun,
Sara melahirkan anak laki-laki.
Mereka menamainya Ishak,
sesuai apa yang dikatakan Allah.
Sesudah Ishak bertumbuh menjadi pemuda,
Allah menguji iman Abraham dengan berkata,
"Ambillah Ishak, anakmu satu-satunya,
dan korbankanlah dia
menjadi persembahan bagi-Ku."
Abraham menuruti perintah Allah dan
bersiap-siap untuk mengorbankan anaknya.
Sewaktu Abraham dan Ishak berjalan menuju
tempat persembahan, Ishak bertanya,
"Ayah, kita mempunyai kayu untuk
persembahan, tetapi di manakah dombanya?"
Abraham menjawab, "Anakku,
Allah akan menyediakan domba
untuk persembahan."
Ketika mereka sampai ke tempat persembahan,
Abraham mengikat Ishak, anaknya,
dan membaringkan dia di sebuah mezbah.
Tetapi sewaktu dia hendak membunuh anaknya,
Allah berkata,
"Berhenti! Jangan lukai anak itu!
Sekarang Aku tahu bahwa engkau takut
kepada-Ku karena engkau tidak
menyembunyikan anakmu dari-Ku."
Kemudian Abraham melihat seekor kambing
yang terjerat di semak-semak di dekat situ.
Allah telah menyediakan kambing itu
sebagai korban persembahan ganti Ishak.
Abraham dengan senang hati mempersembahkan
kambing itu sebagai persembahan.
Kemudian Allah berkata kepada Abraham,
"Karena engkau bersedia
memberikan-Ku segalanya,
bahkan anakmu satu-satunya,
Aku berjanji untuk memberkati engkau.
Keturunanmu akan menjadi lebih banyak
dari bintang-bintang di langit.
Karena engkau menuruti perintah-Ku,
semua keluarga di dunia
akan diberkati melalui keluargamu."