Alkitab/Seri video animasi/Allah Menyelamatkan Yusuf dan Keluarganya
Allah Menyelamatkan Yusuf dan Keluarganya
Bertahun-tahun kemudian,
ketika Yakub sudah tua,
ia mengirim putra kesayangannya, Yusuf,
untuk memeriksa saudara-saudaranya
yang sedang mengurus ternak.
Saudara-saudaranya membenci Yusuf
karena ayah mereka paling menyayanginya
dan karena Yusuf telah bermimpi
bahwa ia akan menjadi penguasa mereka.
Ketika Yusuf menemukan saudara-saudaranya,
mereka menculiknya dan menjualnya
kepada pedagang budak.
Sebelum mereka kembali ke rumah,
saudara-saudara Yusuf merobek pakaian Yusuf
dan mencelupkan pakaian itu
ke dalam darah kambing.
Kemudian, mereka menunjukkan pakaian itu
kepada ayah mereka dan berbohong kepadanya
dan mengatakan binatang liar
telah membunuh Yusuf.
Yakub sangat sedih.
Para pedagang budak membawa Yusuf ke Mesir.
Mesir adalah sebuah negara besar
yang kuat yang terletak di tepi sungai Nil.
Para pedagang budak menjual Yusuf sebagai
budak kepada seorang pejabat pemerintahan
yang kaya.
Yusuf melayani tuannya dengan baik,
dan Allah memberkati Yusuf.
Istri majikannya mencoba untuk
tidur dengan Yusuf,
tetapi Yusuf menolak berbuat dosa
terhadap Allah dengan cara ini.
Dia menjadi marah dan menyuruh Yusuf
ditangkap dan dimasukkan ke penjara.
Bahkan, di penjara pun Yusuf tetap setia
kepada Allah, dan Allah memberkatinya.
Setelah dua tahun,
Yusuf masih di penjara
meskipun ia tidak melakukan kesalahan.
Raja Mesir, yang disebut Firaun,
mengalami dua mimpi
yang sangat mengganggunya.
Tak satu pun dari penasihatnya bisa
memberitahukan arti dari mimpi-mimpi itu.
Allah telah memberi Yusuf kemampuan
untuk menafsirkan mimpi,
jadi Firaun menyuruh orang
untuk membawanya dari penjara.
Yusuf menafsirkan mimpinya dan berkata,
"Allah akan mengirim tujuh tahun panen
yang baik diikuti oleh
tujuh tahun kelaparan."
Firaun sangat terkesan dengan Yusuf
dan ia membuatnya menjadi orang paling
berkuasa kedua di seluruh Mesir!
Selama tujuh tahun panen yang baik,
Yusuf mengatakan kepada orang-orang
untuk menyimpan makanan dalam jumlah besar.
Kemudian, ketika tujuh tahun kelaparan
datang, Yusuf menjual makanan
kepada orang-orang sehingga mereka akan
memiliki cukup makanan untuk dimakan!
Kelaparan hebat itu tidak hanya
menimpa Mesir, tapi juga di Kanaan
di mana Yakub dan keluarganya tinggal.
Jadi, Yakub menyuruh anak-anaknya
ke Mesir untuk membeli makanan.
Ketika saudara Yusuf berdiri di depan Yusuf
untuk membeli makanan,
mereka tidak mengenalinya.
Tapi Yusuf mengenali mereka.
Setelah menguji mereka untuk melihat
apakah mereka telah berubah,
Yusuf berkata kepada mereka,
"Aku saudaramu, Yusuf!
Jangan takut.
Kamu mencoba untuk mereka-reka kejahatan
ketika kamu menjual aku sebagai budak,
tetapi Allah memakai kejahatan
untuk kebaikan!
Datanglah dan tinggallah di Mesir
sehingga aku bisa menyediakan makanan
untuk kamu dan keluargamu."
Ketika saudara-saudara kembali ke rumah
dan menceritakan kepada Yakub
bahwa Yusuf masih hidup,
Yakub sangat senang.
Meskipun Yakub sudah tua,
dia pindah ke Mesir dengan
semua keluarganya,
dan mereka semua tinggal di sana.
Sebelum Yakub meninggal,
dia memberkati setiap anaknya.
Janji-jani Perjanjian yang diberikan Allah
kepada Abraham diteruskan kepada Ishak,
kemudian Yakub, dan kemudian kedua belas
anak-anak Yakub dan keluarga mereka.
Keturunan dari dua belas putra
menjadi dua belas suku Israel.