Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Allah Menjanjikan Mesias

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Allah Menjanjikan Mesias
oleh Jim Padgett

Film animasi kisah Allah yang menjanjikan datangnya Mesias ke dunia menurut Alkitab.

Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.

Allah Menjanjikan Mesias

Janji pertama tentang Mesias yang akan datang diberikan ke Adam dan Hawa.

Allah berjanji bahwa akan lahir keturunan Hawa yang akan menghancurkan kepala ular.

Ular yang menipu Hawa adalah Setan.

Janji itu berarti Mesias yang akan datang akan mengalahkan Setan sepenuhnya.

Allah berjanji kepada Abraham bahwa melalui dia semua orang di dunia akan diberkati.

Berkat ini adalah Mesias yang akan datang

yang pada suatu hari nanti akan memberikan jalan keselamatan bagi semua suku.

Allah berjanji kepada Musa bahwa Dia akan membangkitkan seorang nabi lain seperti Musa.

Ini adalah sebutan lain untuk Mesias yang akan datang.

Allah berjanji kepada Daud bahwa Mesias adalah salah satu dari keturunan Daud sendiri.

Melalui nabi Yeremia, Allah berjanji bahwa Dia akan membuat Perjanjian Baru,

tapi tidak seperti Perjanjian Allah dengan Israel.

Dalam Perjanjian Baru itu, Allah akan menuliskan hukum-Nya dalam hati orang-orang,

orang-orang akan mengenal Allah, mereka akan menjadi umat-Nya,

dan Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka.

Mesias akan memulai Perjanjian Baru.

Mesias yang akan datang adalah seorang nabi, imam, dan raja.

Seorang nabi adalah orang yang mendengar firman Allah

dan kemudian menyatakan firman Allah kepada orang-orang.

Mesias yang akan datang adalah nabi yang sempurna.

Seorang imam adalah seseorang yang mempersembahkan korban kepada Allah

atas nama orang-orang untuk menghapus dosa-dosa mereka.

Para imam juga berdoa kepada Allah bagi orang-orang.

Mesias yang akan datang akan menjadi Imam Besar yang sempurna

yang akan menyerahkan dirinya sebagai korban yang sempurna bagi Allah.

Seorang raja adalah seseorang yang memerintah atas kerajaan dan menghakimi orang-orang.

Mesias yang akan datang akan menjadi raja yang sempurna yang akan duduk di atas takhta Daud leluhurnya,

yang akan menguasai seluruh dunia selamanya,

dan yang akan menghakimi secara jujur dan membuat keputusan yang tepat setiap waktu.

Para nabi meramalkan kelahiran Mesias yang akan datang.

Maleakhi menubuatkan bahwa seorang nabi besar akan datang sebelum Mesias datang.

Yesaya bernubuat bahwa Mesias akan lahir dari seorang perawan.

Mikha mengatakan bahwa ia akan lahir di kota Betlehem.

Para nabi juga bernubuat tentang pelayanan Mesias.

Yesaya mengatakan ia akan tinggal di Galilea, menghibur hati yang patah,

menyatakan kebebasan untuk tawanan, dan melepaskan para tahanan.

Dia juga meramalkan bahwa Mesias akan menyembuhkan orang sakit,

termasuk mereka yang tidak bisa mendengar, melihat, berbicara, atau berjalan.

Yesaya bernubuat bahwa Mesias akan dibenci tanpa alasan dan ditolak.

Mazmur menubuatkan bahwa orang-orang sebangsa Mesias itu akan bertaruh untuk mendapatkan pakaian-Nya

dan dia akan dikhianati oleh seorang sahabat-Nya.

(Mazmur adalah lagu ibadah Yahudi dalam Kitab Suci).

Zakharia menubuatkan bahwa sahabat itu akan dibayar tiga puluh keping perak untuk mengkhianati dirinya.

Para nabi juga menceritakan tentang bagaimana Mesias akan mati.

Yesaya bernubuat bahwa Mesias akan diludahi, diejek, dan dipukuli.

Kemudian, dia akan ditusuk dan digantung di sebuah pohon di mana Dia akan mati.

Mesias akan sempurna, tidak memiliki dosa.

Dia akan mati untuk menerima hukuman atas dosa orang lain.

Hukumannya akan membawa perdamaian antara Allah dan manusia.

Karena itu, Allah berkenan menghancurkan Mesias.

Mesias tidak hanya akan mati, tetapi para nabi menubuatkan bahwa Allah akan membangkitkan dia dari antara orang mati.

Melalui kematian dan kebangkitan Mesias,

Allah akan menyelesaikan rencana keselamatan-Nya dan mulai Perjanjian Baru.

Allah menunjukkan kepada para nabi banyak hal tentang Mesias yang akan datang, tetapi Mesias belum datang.

Lebih dari 400 tahun setelah nubuatan yang terakhir dari nubuatan-nubuatan ini diberikan,

ketika waktunya tepat, Allah mengutus Mesias ke dalam dunia.