Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Allah Memanggil Musa

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Allah Memanggil Musa
oleh Jim Padgett
Film animasi kisah Allah memanggil Musa menurut Alkitab.
Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.


Allah Memanggil Musa

Setelah Yusuf meninggal, semua keluarganya tinggal di Mesir.

Mereka dan keturunan mereka terus tinggal di sana selama bertahun-tahun dan memiliki banyak anak.

Mereka disebut orang Israel.

Setelah ratusan tahun, jumlah orang Israel menjadi sangat besar.

Orang-orang Mesir sudah lupa mengenai Yusuf dan segala yang dia lakukan untuk menolong mereka.

Mereka menjadi takut terhadap orang-orang Israel karena mereka sangat banyak.

Jadi, Firaun yang sewaktu itu berkuasa di Mesir menjadikan orang Israel sebagai budak orang Mesir.

Orang Mesir memaksa orang Israel membangun banyak bangunan dan bahkan seluruh kota.

Kerja keras itu membuat hidup mereka sengsara, tetapi Allah memberkati mereka,

dan mereka bahkan memiliki lebih banyak anak.

Firaun melihat bahwa orang Israel melahirkan banyak bayi

sehingga ia memerintahkan semua bayi laki-laki Israel dibunuh dengan melemparkan mereka ke dalam Sungai Nil.

Seorang di antara perempuan Israel melahirkan bayi laki-laki.

Dia dan suaminya menyembunyikan bayi itu selama mereka bisa.

Ketika orang tua anak itu tidak bisa menyembunyikan dia lagi,

mereka menaruhnya di atas sebuah keranjang yang mengapung di tepi sungai Nil agar dia tidak dibunuh.

Kakak perempuannya melihat untuk mengetahui apa yang akan terjadi kepadanya.

Seorang putri Firaun melihat keranjang itu dan melihat ke dalam.

Ketika dia melihat bayi itu, dia mengambilnya sebagai anaknya sendiri.

Dia menyewa seorang perempuan Israel untuk merawatnya tanpa menyadari dia adalah ibu bayi itu sendiri.

Ketika anak itu sudah cukup tua dan tidak membutuhkan susu ibunya lagi,

dia mengembalikannya kepada sang putri Firaun, yang menamainya Musa.

Suatu hari, saat Musa sudah besar,

dia melihat seorang Mesir memukuli budak Israel.

Musa mencoba menyelamatkan teman sebangsanya.

Ketika dia merasa tidak ada yang melihat,

ia membunuh orang Mesir itu dan mengubur mayatnya.

Tapi seseorang melihat apa yang Musa lakukan.

Ketika Firaun mengetahui tentang hal itu, ia mencoba untuk membunuh Musa.

Musa lari dari Mesir ke padang gurun di mana ia akan aman.

Musa menjadi gembala di padang gurun jauh dari Mesir.

Ia menikahi seorang perempuan dari daerah itu dan memiliki dua anak laki-laki.

Suatu hari ketika Musa sedang menggembalakan domba-dombanya, ia melihat semak yang menyala-nyala.

Tapi semak itu tidak terbakar.

Musa pergi untuk melihat lebih dekat.

Saat ia mendekati semak terbakar itu, suara Allah berkata,

"Musa, lepaskanlah sepatumu. Kamu berdiri di tanah yang kudus."

Allah berkata, "Aku telah melihat penderitaan umat-Ku.

Aku akan mengirimkanmu kepada Firaun

sehingga kamu dapat membawa orang Israel keluar dari perbudakan mereka di Mesir.

Aku akan memberi mereka tanah Kanaan, tanah yang Aku janjikan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub."

Musa bertanya,

"Bagaimana jika mereka hendak tahu siapa yang mengirim aku, apa yang harus aku katakan?"

Allah berkata, "AKU ADALAH AKU.

Katakan kepada mereka, 'AKULAH AKU telah mengirim aku kepadamu.'

Juga katakan kepada mereka, 'Aku adalah Yahweh, Allah leluhurmu Abraham, Ishak, dan Yakub.'

Inilah nama-Ku untuk selamanya."

Musa takut dan tidak mau pergi ke Firaun karena dia berpikir dia tidak bisa berbicara dengan baik.

Jadi, Allah mengirim saudara laki-laki Yusuf, Harun, untuk membantunya.

Allah memperingatkan Musa dan Harun bahwa Firaun akan keras kepala.