Lompat ke isi

Alkitab/Penciptaan

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Penciptaan
oleh Jim Padgett
Film animasi penciptaan dunia menurut Alkitab.
Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.


Penciptaan

Kisah ini adalah tentang permulaan segala sesuatu

Allah menciptakan alam semesta
dan segala isinya dalam enam hari

Pada mulanya, Dunia ini gelap dan kosong. Dan belum ada apa pun yang terbentuk di dalamnya, tetapi ruh Allah melayang-layang di atas Air.

Kemudian Allah berfirman, Jadilah terang, maka terang pun jadi. Allah melihat terang itu bagus dan menyebut terang itu siang.


Dia memisahkannya dari gelap, yang disebutnya malam. Allah menciptakan terang itu pada hari pertama penciptaan.

Pada hari kedua, Allah berfirman dan menciptakan cakrawala di atas bumi. Dia menciptakan cakrawala dengan memisahkan air yang berada di atas dengan air yang berada di bawah.

Pada hari ketiga, Allah berfirman dan memisahkan air dari tanah kering.

Dia menyebut tanah kering itu daratan, dan dia menyebut air lautan.

Allah melihat bahwa apa yang ia ciptakan itu baik. Kemudian Allah berkata, Biarlah bumi menghasilkan segala jenis pohon dan tanaman. Dan itulah yang terjadi.

Kemudian Allah berkata, Biarlah bumi menghasilkan segala jenis pohon dan tanaman. Dan itulah yang terjadi. Allah melihat bahwa apa yang telah diciptakannya itu baik.

Pada hari keempat penciptaan, Allah berfirman dan menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Allah menciptakan semua itu untuk memberikan cahaya ke bumi dan untuk menandai siang dan malam, musim dan tahun. Allah melihat bahwa apa yang ia ciptakan itu baik.

Pada hari kelima, Allah berfirman dan menciptakan segala sesuatu yang berenang di dalam air dan semua burung.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Dan dia memberkati mereka.

Pada hari keenam penciptaan, Allah berkata, Jadilah semua jenis hewan darat. Dan itu terjadi seperti yang dikatakan Allah. Sebagian diantaranya adalah hewan ternak, sebagian merangkak di tanah, dan sebagian hewan liar.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah berkata, "Baiklah kita menjadikan manusia segambar dengan kita supaya menjadi seperti kita."

Mereka akan berkuasa atas bumi dan semua binatang. Jadi Allah mengambil tanah, membentuknya menjadi seorang laki-laki, dan meniupkan nafas kehidupan ke dalam dirinya.

Nama laki-laki ini adalah Adam. Allah membuat sebuah taman di mana Adam bisa tinggal, dan menempatkan dia di sana untuk mengurus taman itu.

Di tengah-tengah taman, Allah menanam dua pohon khusus, pohon kehidupan dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Allah mengatakan kepada Adam bahwa dia bisa makan dari semua pohon di taman, kecuali dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Jika dia makan dari pohon ini, dia akan mati.

Kemudian Allah berkata, "Tidak baik kalau manusia seorang diri saja". Tapi tak satupun dari para binatang bisa menjadi penolong Adam.

Jadi Allah membuat Adam tidur nyak. Kemudian Allah mengambil salah satu rusuk Adam, dan membuatnya menjadi seorang wanita dan membawa dia kepadanya.

Ketika Adam melihatnya, dia berkata, "Akhirnya, yang satu ini serupa dengan aku."

Dia akan disebut perempuan, karena dia terbuat dari laki-laki.

Inilah sebabnya mengapa seorang pria meninggalkan ayah dan ibunya dan menjadi satu dengan istrinya. Allah menciptakan pria dan wanita menurut gambarnya, dan dia melihat bahwa itu sangat baik.

Dia memberkati mereka dan mengatakan kepada mereka, "Milikilah banyak anak dan cucu dan penuhilah bumi". Ini semua terjadi pada hari ke enam penciptaan.

Ketika hari ketujuh tiba, Allah sudah menyelesaikan pekerjaannya. Jadi Allah beristirahat dari semua yang dia telah lakukan.

Dia memberkati hari ketujuh dan membuatnya kudus. Karena pada hari ini dia berhenti dari pekerjaannya. Inilah bagaimana Allah menciptakan alam semesta dan segala isinya.