Max Havelaar
Dari Wikisource Indonesia, perpustakaan bebas berbahasa Indonesia
| Artikel ini belum atau baru diterjemahkan sebagian dari bahasa Belanda. Bantulah Wikisource untuk melanjutkannya. |
| ← Multatuli | Max Havelaar dari pelelangan kopi perusahaan dagang Belanda Oleh: Multatuli, Diterjemahkan oleh: Wikisource |
Bab 1→ |
| Max Havelaar dari Pelelangan Kopi Perusahaan Dagang Belanda |
|---|
| Prolog - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 - 21 - 22 - 23 - 24 - 25 - 26 - 27 - 28 - 29 - 30 - 31 - 32 - 33 - 34 - 35 - 36 - 37 - 38 |
AAN DE
DIEP VEREERDE NAGEDACHTENIS
VAN
EVERDINE HUBERTE BARONESSE VAN WYNBERGEN
DER
TROUWE GADE
DER
HELDHAFTIGE LIEFDEVOLLE MOEDER
DER
EDELE VROUW
- "J'ai souvent entendu plaindre les femmes de poëte, et sans doute,
- pour tenir dignement dans la vie ce difficile emploi, aucune qualité
- n'est de trop. Le plus rare ensemble de mérites n'est que le strict
- nécessaire, et ne suffit même pas toujours au commun bonheur. Voir
- sans cesse la muse en tiers dans vos plus familiers entretiens,
- – recueiller dans ses bras et soigner ce poëte qui est votre mari,
- quand il vous revient meurtri par les déceptions de sa tâche; – ou bien
- le voir s'envoler à la poursuite de sa chimère ... voilà l'ordinaire
- de l'existence pour une femme de poëte. Oui, mais aussi il y a le
- chapître des compensations, l'heure des lauriers qu'il a gagnés à la
- sueur de son génie, et qu'il dépose pieusement aux pieds de la femme
- légitimement aimée, aux genoux de l'Antigone qui sert de guide en ce
- monde à cet "aveugle errant;" –
- Car, ne vous-y-trompez pas: presque tous les petits-fils d'Homère
- sont plus ou moins aveugles à leur façon; – ils voient ce que nous ne
- voyons pas; leurs regards pénètrent plus haut et plus au fond que les
- nôtres; mais ils ne savent pas voir droit devant eux leur petit
- bonhomme de chemin, et ils seraient capables de trébucher et de se
- casser le nez sur le moindre caillou, s'il leur fallait cheminer sans
- soutien, dans ces vallées de prose où demeure la vie."
- (HENRY DE PÈNE)
POLISI. Tuan Hakim, ini orangnya yang membunuh Barbertje.
HAKIM. Orang ini harus digantung. Bagaimana dia melakukannya?
POLISI. Dia memotong korban jadi potongan-potongan kecil, yang kemudian digarami.
HAKIM. Karenanya tindakannya jelas salah. Dia harus digantung.
LOTHARIO. Pak Hakim, saya tidak membunuh Barbertje! Saya memberinya makan, memberinya pakaian dan merawatnya. Ada beberapa saksi yang dapat memberikan keterangan kalau saya orang baik, dan bukan pembunuh.
HAKIM. Tidak, kamu harus digantung! Kamu memberatkan kesalahanmu dengan keterangan yang dibuat-buat. Tidak cocok untuk seseorang yang ... bersalah, mengatakan dirinya orang baik.
LOTHARIO. Tapi, Pak Hakim, ada beberapa saksi mata yang akan mendukung keterangan saya. Kalau saya sekarang bersalah karena dianggap telah membunuh ...
HAKIM. Kamu harus digantung! Kamu telah memotong-motong Barbertje, menggaraminya, dan bersaksi dusta ... tiga pelanggaran berat! Siapa Anda, wahai perempuan?
PEREMPUAN. Saya Barbertje.
LOTHARIO. Syukurlah! Hakim, Anda lihat sendiri kalau saya tidak membunuhnya!
HAKIM. Hmmm ... ya ... baiklah! Tapi menggarami?
BARBERTJE. Tidak, Pak Hakim, dia tidak menggarami saya. Sebaliknya dia memperlakukan saya dengan sangat baik. Dia manusia yang mulia!
LOTHARIO. Anda mendengarnya sendiri, Bapak Hakim, dia mengatakan kalau saya orang baik.
HAKIM. Hmmm ... pelanggaran ketiga tetap ada. Polisi, bawa orang ini pergi, dia harus digantung. Dia bersalah karena berbohong di pengadilan. Panitera, catat di keputusan pengadilan yurisprudensi dari Uskup Van Lessing.
(Dari naskah drama yang tidak pernah dipertunjukkan)
| Diizinkan untuk mengkopi, menyebarkan dan/atau mengubah dokumen ini di bawah syarat-syarat Lisensi Dokumentasi Bebas GNU, Versi 1.2 atau lebih baru yang diterbitkan oleh Free Software Foundation; tanpa Bagian Invarian, tanpa Teks Sampul-Depan, dan tanpa Teks Sampul-Belakang Harus sesuai dengan ketentuan dalam bagian penyangkalan. |

